Hari Buku Nasional 2026, Mahasiswa Ubaya Sulap Sampul Buku Jadi Karya Seni Tokoh Fiksi
- Rachmad Fahrizal Tito
Surabaya, VIVA Jatim-Mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Industri Kreatif Universitas Surabaya memeriahkan Hari Buku Nasional 2026 dengan cara unik. Mereka melukis berbagai karakter fiksi populer di sampul buku bekas perpustakaan.
Pameran yang menampilkan 15 karya lukisan tersebut digelar di Lantai 2 Perpustakaan Kampus Ubaya Tenggilis, Jumat, 15 Mei 2026. Kegiatan itu merupakan kolaborasi antara Program Studi DKV dengan Direktorat Perpustakaan Ubaya.
Berbagai karakter ikonik hadir dalam karya mahasiswa, mulai dari Harry Potter, Sherlock Holmes, Mulan, Rapunzel hingga karakter anime dan komik seperti Gojo Satoru, Shinobu Kocho, Harley Quinn dan Joker.
Selain itu, terdapat pula karakter Rishe dari novel 7th Time Loop, Yin Nezha, Giorno Giovanna, Senku Ishigami hingga Alucard yang menjadi daya tarik pengunjung pameran.
Buku yang digunakan sebagai media lukis merupakan arsip Perpustakaan Ubaya yang telah melewati masa pakai. Untuk menjaga kondisi fisik buku, sampulnya terlebih dahulu dilapisi kertas lukis sebelum mulai digambar dan diwarnai.
Seluruh proses pengerjaan dilakukan dalam mata kuliah Colored Drawing dengan durasi pengerjaan sekitar empat jam.
Ketua Program Studi DKV Ubaya, Hedi Amelia Bella Cintya, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata kontribusi ilmu desain dalam mendukung budaya literasi.
“Mahasiswa kami kali ini berhasil menangkap subteks dari penulis dan mewujudkannya dalam tarikan garis dan warna yang menarik. Ini merupakan salah satu latihan visual storytelling yang menjadi ciri khas Prodi DKV Ubaya,” ujar Bella.
Menurutnya, momentum Hari Buku Nasional juga menjadi pemantik agar mahasiswa semakin tertarik mengeksplorasi buku sebagai sumber inspirasi dalam berkarya.
Sementara itu, Direktur Perpustakaan Ubaya, Kristina, mengapresiasi kolaborasi berbagai elemen civitas academica dalam memeriahkan Hari Buku Nasional tahun ini. Ia berharap kegiatan tersebut dapat kembali menggaungkan pentingnya budaya membaca di tengah derasnya perkembangan teknologi digital.
“Selain menggali pengetahuan, membaca buku juga tidak kalah menyenangkan dibanding menggunakan gadget. Kita dapat berimajinasi dan memvisualisasikan apa yang disampaikan penulis serta memperkaya kosakata yang dapat kita gunakan dalam berbagai aspek kehidupan,” katanya.