Harapan Bupati Trenggalek setelah Presiden Prabowo Resmikan KDKMP di Nganjuk
- Prokopim Pemkab Trenggalek
Trenggalek, VIVA Jatim – Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang berpusat di Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, pada Sabtu kemarin. Banyak harapan diungkapkan Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin atau Mas Ipin setelah peresmian itu.
"Semoga seperti yang diharapkan oleh Pak Prabowo. Ini bisa mengamalkan Pasal 33, di mana ekonomi Indonesia dibangun atas azas kekeluargaan," kata Mas Ipin ditulis VIVA Jatim pada Minggu, 17 Mei 2026.
Mas Ipin menuturkan, keberadaan KDKMP diharapkan tidak hanya semata fisik. Tapi bagaimana memanfaatkan kemampuan yang dipunyai oleh bangsa untuk kemakmuran rakyat.
"Melalui KDKMP ini untuk menggerakkan ekonomi di tingkat desa atau kelurahan," ujar Wakil Ketum APKASI itu.
Saat peresmian, Prabowo mengungkapkan bahwa keberadaan KDKMP dan program strategis lainnya bertujuan untuk mengamalkan Pasal 33 UUD 1945. Karena itu diharapkan KDKMP dan MBG dapat membangkitkan perekonomian rakyat.
Dia menjelaskan, saat ini ada sebanyak 9.000 bangunan KDKMP yang telah selesai pembangunannya. Rencananya sebanyak 30 ribu KDKMP akan diresmikan lagi pada Agustus nanti.
Saat beroperasi, nantinya KDKMP tidak hanya menjual sembako dan komoditas lainnya. Tapi juga akan menyalurkan kredit murah kepada rakyat. Akan disediakan gerai untuk penyaluran kredit murah tersebut. Kredit PNM yang sebelumnya bunganya 24 persen diinstruksikan dibawah 10 persen dan kini diputuskan menjadi 8 persen.
"Ini program bersejarah, sejarah bagi bangsa kita. Kalau kita cari negara yang meresmikan operasiolisasi seribu lebih koperasi itu tidak ada. Apalagi secara fisik gedungnya ada, gudangnya ada, sistimnya ada, perangkatnya ada, petugasnya ada, unsur logistiknya ada. Ada Truck, pikap, dan kendaraan roda tiga," ujar Prabowo.
Dia berharap, keberadaan KDKMP nantinya dapat memperkuat program MBG di mana program program strategis ini dapat menyerap hasil produksi masyarakat. Kemudian dengan perangkat yang dimiliki dapat memangkas jalur distribusi.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo juga menyinggung mengenai keberhasilan swasembada pangan yang seharusnya 4 tahun bisa dicapai dalam kurun waktu satu tahun saja. Itu menurutnya adalah capaian yang luar biasa karena dengan begitu Indonesia akan mampu melewati terpaan ujian krisis global seperti apa pun.