Termuda se-Jatim, Ahmad Jauhar Fikri Kandidat Kuat Ketua DPC PKB Lamongan

Calon Ketua DPC PKB Lamongan Ahmad Jauhar Fikri (Kiri).
Sumber :
  • Imron Saputra

Lamongan, VIVA Jatim-Nama Ahmad Jauhar Fikri belakangan ini justru masuk dalam bursa Calon Ketua DPC PKB Lamongan. Bahkan, pria yang akrab disapa Saleho ini digadang-gadang sebagai calon terkuat.

img_title Diana Sasa Apresiasi Putusan MK, Peringatan kepada Parpol Soal Keterwakilan Perempuan Bukan Formalitas

Selain santer terdengar sebagai salah satu calon kuat menduduki kursi pimpinan DPC Lamongan. Saleho juga sebagai salah satu calon termuda se-Jawa Timur dengan usianya yang menyentuh angka 34 tahun.

Sementara di Lamongan sendiri juga ada sejumlah nama yang juga maju menjadi kandidat calon ketua DPC PKB Lamongan, seperti Ketua DPC PKB Haji Ghofur, Ketua DPRD Lamongan M Fredy Wahyudi dan Ketua Bapemperda DPRD Lamongan Suherman.

img_title PKB Perketat Rekrutmen Pemimpin, 800 Calon Ketua DPC Jalani UKK Tahap Dua

Ahmad Jauhar Fikri mengatakan, seluruh proses mulai dari Muscab yang menaikkan namanya menjadi salah satu calon ketua, mengikuti UKK tahap pertama di Malang dan UKK yang diselenggarakan oleh DPP PKB telah dilalui.

Tentunya, hasil akhir diserahkan semuanya kepada DPP sebagai mahkamah tertinggi partai. Selain itu, pemilik tagline "Berjuang hingga Tuntas" ini mengatakan akan berkomitmen terhadap seluruh keputusan partai.

img_title Golkar Jatim Perkuat Peran Legislator Lewat Bimtek, Hadapi Tantangan Politik 2026

"Saya sudah mengikuti seluruh rangkaian Muscab hingga UKK tahap kedua. Selebihnya, siapapun yang jadi harus dihormati bersama. Sebab, ini adalah keputusan tertinggi partai dan tidak bisa diganggu gugat," katanya.

Meski begitu, langkah ini menjadi sinyal penting, bahwa di tubuh partai PKB tidak alergi dengan kehadiran sosok baru. Dan, kesempatan anak muda untuk tampil dalam panggung politik terbuka lebar.

Sebagai seorang yang berkiprah di partai politik, sosok Saleho tidak serta merta masuk dalam jajaran pejabat teras DPW PKB Jawa Timur. Semua bermula saat pemuda kelahiran Sugio ini masuk dalam ruang aktivisme di Kampus UIN Sunan Ampel Surabaya.

Dari organisasi PMII ia berproses dan menempa diri. Hingga pada 2014 dirinya ditunjuk menjadi Ketua Cabang PMII Surabaya Selatan. Pria yang selalu menenteng buku Tan Malaka ini tidak sukses melahirkan beberapa program untuk pengembangan organisasi di tubuh PMII Surabaya Selatan.

Pasca kepemimpinannya di PMII, barulah mulai berproses di DPW PKB Jawa Timur. Mulai dari membantu kesekretariatan dan mengawal berbagai kebijakan yang ditetapkan oleh pimpinan DPW. Pada 2019 adalah babak baru berproses di Jakarta. Pekerjaannya tidak jauh berbeda saat masih di DPW Jatim.

Halaman Selanjutnya
img_title