Tim IGA Kemendagri Sebut Jatim jadi Daerah Paling Inovatif Nasional, Dindik Jatim Sumbang Ribuan Inovasi

Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai memaparkan capaian inovasi pendidikan Jawa Timur
Sumber :
  • VIVA Jatim/Tito

Surabaya, VIVA Jatim – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur memaparkan capaian prestasi dan inovasi pendidikan periode 2024–2025 di hadapan tim penilai Innovation Government Award dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

img_title Belajar dari Shanghai, Dindik Jatim Dorong Sekolah Vokasi Terhubung Langsung dengan Industri Digital

Paparan tersebut menjadi bagian dari penilaian inovasi daerah yang menitikberatkan pada dampak inovasi terhadap peningkatan mutu layanan pendidikan dan tata kelola pemerintahan daerah.

Tim penilai yang hadir antara lain Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Kemendagri, Yusharto Huntoyungo, serta akademisi Universitas Sriwijaya, Prof Dr Dyah Natalisa.

img_title Khofifah Nilai EJIES 2026 Jadi Wadah Lahirnya Gagasan Perubahan Pendidikan Terbesar di Jatim

Dalam paparannya, Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, menjelaskan sejumlah program inovasi yang berdampak langsung terhadap layanan pendidikan di Jawa Timur. Di antaranya Program Terapan Ekonomi Guru Non-ASN (Proteg) dan East Java Innovative Education Summit (EJIES).

Menurut Aries, kunjungan tim Kemendagri ke Jawa Timur merupakan bagian dari penilaian langsung implementasi inovasi daerah yang telah berjalan selama ini.

img_title Jatim Dominasi Nasional! Mendikdasmen Lepas 3.600 Lulusan SMK dan LKP Kerja ke Luar Negeri

“Tim dari Kemendagri berkeliling ke berbagai daerah, termasuk Jawa Timur. Dindik Jatim memberikan dukungan jumlah inovasi terbanyak dalam IGA Award dan Jawa Timur menjadi juara satu nasional,” ujarnya.

Ia mengatakan kontribusi sektor pendidikan terhadap capaian inovasi daerah cukup signifikan dan terus mengalami peningkatan dari tahun 2024 ke 2025. Aries menambahkan, Kemendagri juga melihat langsung berbagai program inovasi pendidikan beserta dampaknya terhadap lingkungan sekolah dan masyarakat.

“Inovasi yang lahir merupakan jawaban atas persoalan yang ada di masyarakat. Tujuannya agar pendidikan benar-benar memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekolah dan masyarakat luas,” katanya.

Dari total 398 inovasi yang diajukan, sebanyak 196 inovasi disebut telah mencapai tingkat kematangan tinggi berdasarkan hasil validasi serta tingkat kebermanfaatannya.

Aries juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan media sebagai bagian dari konsep pentahelix dalam pengembangan inovasi daerah.

Salah satu program unggulan lain yang dipaparkan ialah East Java Innovative Education Summit atau EJIES yang menjadi wadah insan pendidikan Jawa Timur memamerkan inovasi pendidikan.

“Total ada sekitar 24 ribu inovasi yang masuk dalam EJIES,” ujarnya.

Sementara itu, Yusharto Huntoyungo menegaskan Jawa Timur hingga kini masih menjadi daerah paling inovatif di Indonesia berdasarkan pengukuran inovasi daerah Kemendagri. Menurutnya, capaian tersebut harus terus dijaga karena daerah lain juga terus melakukan penguatan inovasi.

Halaman Selanjutnya
img_title