Tim IGA Kemendagri Sebut Jatim jadi Daerah Paling Inovatif Nasional, Dindik Jatim Sumbang Ribuan Inovasi

Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai memaparkan capaian inovasi pendidikan Jawa Timur
Sumber :
  • VIVA Jatim/Tito

“Jawa Timur bukan dalam posisi aman meskipun sudah menjadi daerah terinovatif. Daerah lain juga melakukan upaya yang sama bahkan bisa lebih kuat. Karena itu akselerasi inovasi harus terus dilakukan,” katanya.

img_title Menteri Abdul Mu’ti Cek Tes Kemampuan Akademik Siswa Surabaya

Ia menjelaskan, rata-rata kabupaten dan kota di Jawa Timur juga berada pada klaster tertinggi dalam penilaian pemerintah daerah inovatif nasional.

Meski demikian, Yusharto menilai tantangan terbesar saat ini ialah membangun budaya dan ekosistem inovasi yang kolaboratif antarorganisasi perangkat daerah.

img_title Dindik Jatim Siapkan 6 Program Prioritas Pembangunan Pendidikan 2027

Ia mencontohkan pentingnya sinergi antara Dinas Pendidikan dan Dinas Perhubungan dalam mendukung layanan transportasi pelajar agar peserta didik memperoleh akses perjalanan yang lebih baik menuju sekolah.

“Ekosistem inovasi perlu dibangun bersama agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat dan penerima layanan,” ujarnya.

img_title HP Siswa Bakal Dibatasi di Sekolah, Dindik Jatim Siapkan Surat Edaran

Menurut Yusharto, Kemendagri saat ini juga tengah menyiapkan skema penilaian inovasi daerah 2026 yang kemungkinan akan diarahkan pada target Sustainable Development Goals (SDGs) dan program prioritas nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Tanpa inovasi, akselerasi program tidak akan cukup tercapai hanya dengan cara-cara biasa,” tegasnya.

Di sisi lain, Prof Dyah Natalisa menilai budaya inovasi di Jawa Timur, khususnya sektor pendidikan, telah terbentuk dengan baik dan menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat.

“Saya menyebut Jawa Timur selalu one step ahead,” katanya.

Prof Dyah mengapresiasi inovasi Dindik Jatim yang tidak hanya berfokus pada kualitas pembelajaran, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan guru dan murid.

Menurutnya, Dindik Jatim berhasil membangun ekosistem inovasi melalui proses kurasi dan kompetisi inovasi antarsekolah sebelum dipilih mengikuti ajang IGA Kemendagri.

“Budaya inovasi itu sudah terbentuk. Ini yang sulit. Karena kadang orang ingin berinovasi tetapi khawatir dengan risikonya,” ujarnya.