Ketar-ketir Petani Tembakau Bondowoso Dibayangi Peraturan Pembatasan Nikotin

Tanam Raya yang diikuti Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid bersama ratuan petani tembakau di Punjer.
Sumber :
  • Istimewa

Bondowoso, VIVA Jatim – Ratusan petani tembakau menghadiri seremoni Tanam Raya bertajuk Menanam Harapan, Mengawal Kedaulatan Tembakau di Tengah Badai Regulasi di Desa Mengok, Kecamatan Punjer, pada Kamis, 21 Mei 2026. Di sana, mereka terlihat antusias menyambut musim tanam 2026 dan siap menabur benih varietas unggul lokal, yakni Kasturi dan Maesan. 

img_title Kadin Jatim Dorong Kajian Komprehensif terkait Rencana Penerapan Kebijakan Penyeragaman Kemasan Rokok

Namun, optimisme para petani tembakau di Bondowoso terusik adanya kabar rancangan peraturan pembatasan kadar nikotin dan tar. Unek-unek soal kekhawatiran itu juga mereka utarakan di acara yang dihadiri Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid tersebut. 

Kepada pemerintah daerah setempat, para petani meminta perlindungan dari ancaman rancangan peraturan baru yang berhubungan dengan tembakau. 

img_title Target CHT Naik, Bahan Baku Dibatasi, Kadin Jatim Sebut Ada Kontradiksi Kebijakan

"Kami sangat khawatir karena di tengah semangat menanam, ada rancangan-rancangan peraturan pembatasan kadar nikotin dan tar yang mengancam keberadaan bibit unggul tembakau Bondowoso,” kata Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Bondowoso, M Yasid, ditulis VIVA Jatim pada Sabtu, 23 Mei 2026. 

“Maesan I dan Maesan II dengan kadar rata-rata 4-6%. Dorongan pembatasan kadar nikotin dan tar, ditambah lagi wacana kemasan rokok polos, larangan bahan tambahan, dan lainnya, bagi kami ini sama saja dengan upaya menghilangkan sawah ladang penghidupan masyarakat Bondowoso," imbuhnya.

img_title UNAIR dan TCSC IAKMI Gelar ICTOH 2026, Wamenkes Soroti Ancaman Vape dan Adiksi Nikotin

Yasid memaparkan, di Bondowoso, ada sekitar 5.000 petani bergantung pada ekosistem pertembakauan dengan total luas tanam tembakau mencapai 8.424 hektare. Jika peraturan baru itu diterapkan, secara tidak langsung akan berdampak buruk secara ekonomi kepada ribuan petani di Bondowoso.

"Jadi, rancangan pembatasan kadar nikotin dan tar ini berpotensi membuat tembakau yang kami tanam dan yang selanjutnya akan dipanen tidak terserap oleh pabrik. Akhirnya akan langsung berdampak pada kesejahteraan petani dan mematikan ekonomi Bondowoso," tandas Yasid.

Karena itu, di acara tanam raya, para petani juga sepakat menyampaikan deklarasi penolakan atas rancangan regulasi berupa pembatasan kadar nikotin dan tar  serta menuntut agar para petani dilibatkan aktif dalam setiap rancangan dan perumusan peraturan yang berkaitan dengan tembakau. 

Menanggapi itu, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menilai rencana regulasi pembatasan kadar nikotin dan tar bukan sekadar persoalan teknis kesehatan, tetapi juga berkaitan dengan dinamika ekonomi politik global yang berpotensi menekan keberlangsungan sektor tembakau lokal. "Tembakau itu urat nadi. Ada 5 ribu petani di Bondowoso yang hidup dari tembakau. Namun, sesungguhnya tembakau menghidupi lebih dari 5 ribu orang petani, bahkan bisa 4-6 kali lipat lagi jumlah yang ada kalau kita menghitung masyarakat lain yang turut terlibat," ujarnya. 

Halaman Selanjutnya
img_title