Dindik Jatim Dorong UPT PTKK Jadi Pusat Pelatihan Vokasi Berbasis Industri Modern

Kadindik Jatim Aries Agung Paewai saat meninjau pelatihan teknik bagi siswa SMK se-Jawa Timur di UPT PTKK.
Sumber :
  • VIVA Jatim/Tito

Surabaya, VIVA Jatim – Dinas Pendidikan Jawa Timur mendorong UPT Pengembangan Teknik dan Keterampilan Kerja (PTKK) menjadi pusat pelatihan vokasi yang benar-benar mampu menjawab kebutuhan industri modern. Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai menegaskan pelatihan di UPT PTKK tidak boleh sekadar menjadi pengulangan pembelajaran di sekolah.

img_title Dindik Jatim Siagakan 7.212 Operator dan Helpdesk Untuk Pengambilan PIN SPMB 2026

Hal itu disampaikan Aries saat meninjau pelatihan teknik bagi siswa SMK se-Jawa Timur di UPT PTKK pada 18–23 Mei 2026. Sebanyak 60 siswa mengikuti pelatihan kompetensi Teknik CNC Milling, CNC Bubut, Teknik Pengelasan, hingga Teknik Sepeda Motor (TSM).

Menurut Aries, keberadaan UPT PTKK harus menjadi penguatan praktik industri dengan fasilitas yang lebih modern dibanding sekolah asal siswa.

img_title Pengambilan PIN SPMB Jatim 2026 Dibuka Besok, Kadindik Minta Orang Tua Tak Panik dan Antre

“Apa yang didapatkan di sekolah bisa dipadukan di tempat PTKK ini. Di sini adalah penguatan praktik secara langsung dengan alat yang mungkin berbeda dengan yang ada di sekolah mereka,” ujarnya, Minggu 24 Mei 2026.

Ia menilai masih banyak SMK yang memiliki keterbatasan alat praktik, bahkan sebagian mesin sering mengalami kerusakan. Karena itu, UPT PTKK harus hadir sebagai ruang pembelajaran yang memberi pengalaman baru bagi siswa.

img_title Refleksi Hardiknas 2026, Dindik Jatim Tekankan Kolaborasi untuk Dongkrak Kualitas Pendidikan

“Jangan sampai tempat ini tidak ada bedanya dengan lingkungan sekolah. Harus ada kelebihan dari proses yang mereka alami di UPT PTKK ini,” tegasnya.

Selain fasilitas, Aries juga menyoroti pentingnya kualitas instruktur industri dalam membentuk kompetensi siswa. Menurutnya, pendekatan instruktur industri berbeda dengan guru di sekolah sehingga dapat menjadi pengalaman baru bagi peserta pelatihan.

“Cara mengajar dan cara menyampaikan pasti berbeda. Itu juga bisa menjadi evaluasi bagi kita,” katanya.

Sementara itu, instruktur Teknik Mesin Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember sekaligus instruktur pelatihan CNC UPT PTKK, Sajidin menjelaskan pelatihan CNC berlangsung selama enam hari dengan materi mulai desain software, simulasi perautan, pengaturan mesin, hingga praktik langsung menggunakan mesin milling dan bubut.

“Materi ini untuk pemahaman dasar. Kalau kebutuhan industri, keilmuan ini akan terus berkembang dan butuh waktu cukup panjang,” jelasnya.

Peserta pelatihan juga diminta menyelesaikan studi kasus dan proyek mandiri sebagai bagian dari simulasi dunia kerja industri. Salah satu peserta, Rendy Septia Ramadhani mengaku pelatihan di UPT PTKK memberikan pengalaman praktik yang jauh lebih maksimal dibanding di sekolah.

Halaman Selanjutnya
img_title