Kebakaran di Sawahan Surabaya, Nenek dan Pelajar SMP Meninggal Terjebak Api
- DPKP Surabaya
Surabaya, VIVA Jatim – Kebakaran hebat melanda bangunan rumah tinggal sekaligus area kos di Jalan Bukit Molin, Kelurahan Sawahan, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya, Senin, 25 Mei 2026, malam.
Peristiwa yang diduga dipicu korsleting saat mengisi daya motor itu menewaskan seorang nenek dan pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Selain menewaskan keduanya, musibah tragis juga menyebabkan dua orang mengalami luka.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, Laksita Rini Sevriani menjelaskan, laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 22.58 WIB. Satu menit kemudian, tim langsung bergerak menuju lokasi dan tiba di tempat kejadian kebakaran (TKK) pada pukul 23.04 WIB.
"Unit tempur Pos Grudo yang pertama tiba di lokasi langsung melakukan pemadaman," ujar Laksita dalam keterangannya diterima media ini, Selasa, 26 Mei 2026.
Sebanyak 17 unit kendaraan pemadam kebakaran diterjunkan untuk menangani amukan api, terdiri atas unit tempur dari sejumlah pos pemadam, pos komando taktis (Poskotis), serta tim rescue.
Proses pemadaman berhasil diselesaikan pada pukul 23.39 WIB, sedangkan pembasahan dan pendinginan dinyatakan selesai serta situasi kondusif pada pukul 02.10 WIB.
Objek yang terbakar merupakan bangunan rumah dan area usaha dengan luas bangunan sekitar 8 x 12 meter. Api melalap habis area berukuran 3 x 12 meter di lantai dua bangunan. Berdasarkan dugaan awal, kebakaran dipicu korsleting listrik dari pengisian daya motor listrik di area bengkel.
Akibat kejadian tersebut, dua korban meninggal dunia ditemukan di lokasi. Korban pertama berinisial S (72) sekaligus pemilik rumah. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kamar mandi lantai satu. Sementara korban kedua, seorang anak lelaki berinisial MARP (14), yang masih duduk di bangku sekolah kelas 1 SMP. MARP ditemukan meninggal dunia di kamar mandi lantai dua.
Selain korban meninggal, dua orang lainnya mengalami luka, yakni MDF (39) mengalami luka robek di telapak tangan kanan, sedangkan TS (46), penghuni kos, mengalami dislokasi pada kedua kaki.
Menurut Laksita, bangunan satu lantai di lokasi digunakan sebagai rumah tinggal sekaligus bengkel sepeda motor listrik. Sementara bangunan dua lantai difungsikan sebagai toko sembako di lantai dasar dan kamar kos di lantai atas. Sebanyak empat unit sepeda motor di lantai satu turut hangus terbakar.