Ketimpangan APBD Kabupaten Mojokerto 2026: Belanja Triliunan, PAD Belum Mandiri

Masyarakat Antri Layanan.
Sumber :
  • M. Lutfi Hermansyah

Tren positif ini berlanjut pada Dinas Pertanian yang berhasil mengamankan realisasi sebesar 31,05 persen atau senilai Rp 68.216.500. Pada sektor pendapatan utama, Bapenda menunjukkan progres signifikan dengan capaian 33,58 persen, yang secara nominal menyumbang angka sangat besar, yakni Rp 177.897.452.816.

img_title Pengadaan Lahan Pusat Pemerintahan Baru Pemkab Mojokerto Terganjal LSD

Sektor layanan kesehatan pun menunjukkan pergerakan yang solid. Pelayanan dari RSUD RA Basoeni telah mencapai 34,53 persen atau senilai Rp 22.444.314.248. Di sisi administratif dan manajerial, Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam mencatatkan realisasi 36,13 persen dengan nominal Rp 4.685.003.756. Diikuti kemudian oleh RSUD Prof dr Soekandar yang mengantongi 36,34 persen atau sebesar Rp 62.498.218.158, serta Dinas Kesehatan yang berada di angka 36,9 persen dengan realisasi Rp 20.312.224.847.

Memasuki kelompok dengan capaian yang semakin mendekati paruh target, BPKAD mencatatkan angka 39,04 persen atau senilai Rp 3.689.963.214. Performanya beriringan dengan Dinas PUPR yang mencapai 39,21 persen atau sebesar Rp 4.117.497.914.

img_title Fasilitasi Urus Izin Galian C Mojokerto: Solusi atau Jalan Buntu bagi Pengusaha?

Bergerak lebih tinggi, Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Perhubungan (DPRKP2) berhasil menembus angka psikologis 40,02 persen dengan nominal Rp 3.221.869.610.

Grafik impresif juga ditunjukkan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang mengamankan 44,13 persen atau senilai Rp 1.592.952.205. Akhirnya, posisi capaian tertinggi untuk periode ini dipegang oleh Dinas Tenaga Kerja yang sukses menyentuh angka 48,85 perse dengan realisasi sebesar Rp 1.692.571.300.

img_title Ajinomoto Dorong Produk UMKM Bersertifikasi Halal

Meskipun dihantam badai pemangkasan anggaran pusat, optimisme peningkatan PAD tetap dipatok tinggi. Pada Perubahan APBD (P-APBD) 2026 nanti, target PAD direncanakan mengalami kenaikan.

“Anggaran PAK ada naik sekitar Rp3,5 Miliar,” tandas Nurul.

Lebih jauh, pada APBD Induk Tahun Anggaran 2027, target Pendapatan Asli Daerah diproyeksikan akan dikunci di angka Rp891 Miliar. Kenaikan ini ditargetkan mampu mewujudkan visi Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa (Gus Bara), yang membidik PAD menembus angka Rp1 Triliun dalam lima tahun ke depan.

“Kalau proyeksi Gus Bupati (Muhammad Albarraa) sampai 5 tahun ke depan ada peningkatan mencapai Rp 1 triliun,” pungkas Nurul.

Tantangan nyata kini berada di pundak jajaran eksekutif, apakah target ambisius tersebut mampu dikejar di tengah keterbatasan ruang fiskal yang kian menjepit.