Vesak Festival 2026 Pecahkan Rekor MURI, Rupang Buddha Transparan Raksasa Jadi Sorotan di Surabaya
- Dokumen YBAI
Surabaya, VIVA Jatim – Vesak Festival 2026 mencatatkan prestasi di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) lewat drama Rupang Buddha Transparan terbesar di Indonesia yang dipamerkan di Atrium Tunjungan Plaza 3.
Instalasi raksasa setinggi 5,6 meter dan lebar 4,6 meter itu menjadi ikon utama Vesak Festival 2026 yang mengusung tema Interbeing: Our Happiness, Our Self Responsibility.
Ketua Panitia Vesak Festival 2026, Clea Alvina mengatakan rupang Buddha tersebut dibuat menggunakan material woven wire mesh atau anyaman kawat yang saling terhubung sebagai simbol keterikatan antar manusia.
“Rupang Budanya terbuat dari wire mesh, kayak kawat gitu. Terus dia saling terhubung untuk menjelaskan tema kami, yaitu interbeing, di mana kami ingin menjelaskan kalau kita itu saling terhubung dan saling terkait antara satu sama lain,” kata Clea.
Menurut Clea, pencapaian rekor MURI bukan menjadi target utama penyelenggaraan acara. Panitia justru ingin menjadikan festival tersebut sebagai ruang untuk mengenalkan nilai-nilai Buddhisme secara universal kepada masyarakat luas.
“Bukan gol utama kami memecahkan rekor MURI, tetapi kami ingin menjadi event yang bisa mengenalkan Buddhisme dan nilai-nilai Buddhisme secara universal dan general agar masyarakat lebih mudah mengenal Buddhisme,” ujarnya.
Festival yang digelar pada 27-31 Mei 2026 itu akan berlanjut ke Jakarta pada 3-7 Juni 2026. Seluruh instalasi utama, termasuk rupang Buddha transparan, akan kembali dipamerkan di ibu kota.
Untuk keseluruhan penyelenggaraan acara dan pembangunan venue, panitia menyiapkan anggaran sekitar Rp1,4 miliar. Rupang Buddha transparan tersebut dikerjakan selama kurang lebih dua bulan oleh seniman asal Bali, Bli Gede.
Sementara itu, validator resmi MURI, Paula memastikan karya tersebut sah memenuhi standar penilaian sebagai rupang Buddha transparan terbesar di Indonesia.
“Semoga Rupang ini memiliki dampak dan pengaruh besar bagi masyarakat, khususnya umat Buddha di Indonesia,” ujarnya.