Kadin Jatim Bagikan Daging Qurban kepada 1.750 Penerima
- Istimewa
Surabaya, VIVA Jatim-Kamar dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur membaginan daging kurban kepada 1.750 penerima dalam momen hari raya Idul Adha. Tahun ini, Kadin menerima amanah delapan sapi dan 18 ekor kambing yang berasal dari Ketum Kadin Anindya Bakrie pengurus Kadin Jatim.
Ketua panitia pelaksana, Heru Pramono, mengatakan bahwa momentum Idul Adha memiliki makna yang jauh lebih luas dibanding sekadar pelaksanaan ibadah tahunan. Menurutnya, qurban menjadi sarana untuk memperkuat nilai kemanusiaan, solidaritas sosial, dan kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
“Momentum Iduladha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah, tetapi juga sebagai sarana mempererat hubungan sosial dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Heru.
Daging hewan qurban kemudian didistribusikan kepada masyarakat melalui 1.750 lembar kupon. Penyaluran dilakukan kepada masyarakat sekitar Graha Kadin Jawa Timur, kaum duafa, sejumlah panti asuhan, serta pondok pesantren di Surabaya. Pembagian dilakukan secara tertib agar manfaat qurban dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Kegiatan sosial tersebut dinilai semakin relevan di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi berbagai tantangan. Ketidakpastian ekonomi global, fluktuasi nilai tukar rupiah, hingga tekanan terhadap daya beli masyarakat masih menjadi persoalan yang dirasakan sebagian kalangan, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah.
Di sisi lain, Jawa Timur tetap menjadi salah satu motor penggerak ekonomi nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada awal 2026 masih ditopang oleh sektor perdagangan, industri pengolahan, dan konsumsi rumah tangga. Namun, kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok membuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial menjadi semakin penting.
Heru menilai, keterlibatan dunia usaha dalam kegiatan sosial seperti qurban merupakan bagian dari tanggung jawab moral pelaku usaha kepada masyarakat. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi harus berjalan beriringan dengan kepedulian sosial agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap semangat gotong royong dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh di tengah masyarakat dan dunia usaha,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan qurban menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara pengusaha dan masyarakat. Kehadiran dunia usaha, lanjutnya, tidak hanya diukur dari kontribusi ekonomi semata, tetapi juga sejauh mana mampu memberikan manfaat sosial secara nyata.