Malang dan Surabaya Terbanyak Ungkap Kasus Kejahatan Jalanan di Jatim
- Istimewa
Surabaya, VIVA Jatim – Kabupaten Malang dan Surabaya menjadi wilayah dengan pengungkapan kasus kejahatan jalanan terbanyak di Jawa Timur selama Mei 2026. Temuan itu berdasarkan hasil analisa pemetaan kriminalitas dan pengungkapan kasus yang dilakukan Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) selama sebulan terakhir.
Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto menyampaikan, dari hasil pengungkapan kasus selama Mei 2026, wilayah dengan jumlah pengungkapan tertinggi berada di jajaran Polres Malang, disusul Polrestabes Surabaya dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak.
“Di sini pengungkapan terbanyak yang pertama adalah Polres Malang, kedua Polrestabes Surabaya, yang ketiga Polres Pelabuhan Tanjung Perak,” ujar Nanang dalam konferensi pers di Mapolda Jatim, Selasa, 2 Juni 2026.
Menurut Nanang, pemetaan tersebut dilakukan sebagai bagian dari analisa kerawanan wilayah untuk memperkuat langkah penegakan hukum terhadap tindak kriminal jalanan seperti pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), penganiayaan, hingga aksi premanisme.
Selama Mei 2026, Polda Jatim bersama jajaran Polres di seluruh wilayah hukum Jawa Timur dikatakannya, berhasil mengungkap 320 kasus kejahatan jalanan dengan total 319 tersangka diamankan. Operasi tersebut menyasar pelaku individu maupun sindikat yang dinilai meresahkan masyarakat.
Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dir Krimum) Polda Jatim Komisaris Besar Polisi Widi Atmoko menegaskan, wilayah Malang yang dimaksud merupakan wilayah hukum Polres Malang Kabupaten.
“Tiga besar pengungkapan terbanyak sudah dijelaskan oleh Pak Kapolda tadi, yakni Polres Malang, Polrestabes Surabaya dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Untuk Malang ini yang dimaksud adalah Polres Kabupaten Malang, karena ada Polres Malang Kota dan Polres Malang,” kata Widi Atmoko.
Ia menjelaskan, penentuan wilayah dengan pengungkapan terbanyak dilakukan berdasarkan analisa frekuensi munculnya tindak kejahatan serta jumlah kasus yang berhasil diungkap aparat kepolisian.
Sementara Kepala Bidang Kehumasan Polda Jatim Komisaris Besar Polisi Jules Abraham Abast menyebut, operasi pengungkapan kejahatan jalanan akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Jawa Timur.
"Kami berharap hasil pengungkapan kasus yang disampaikan hari ini dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus menjadi pesan secara tegas bahwa Polda Jawa Timur dan jajaran akan terus hadir bekerja secara profesional dan melakukan dengan cepat secara tegas terhadap setiap pelaku kejahatan," tandasnya.