Harga Telur Anjlok di Tingkat Peternak, DPRD Jatim akan Panggil Dinas Terkait
- Madchan Jazuli
Surabaya, VIVA Jatim-DPRD Jawa Timur memberi perhatian serius terhadap anjloknya harga telur di tingkat peternak yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Komisi B DPRD Jatim bahkan berencana memanggil dinas terkait untuk meminta penjelasan sekaligus mencari solusi atas kondisi yang dikeluhkan peternak.
"Komisi B memang rencana demikian (memanggil dinas terkait)," kata Anggota Komisi B DPRD Jatim Erma Susanti, Kamis 4 Juni 2026.
Erma menilai penurunan harga telur harus segera ditangani. Pasalnya, harga jual telur terus merosot di saat biaya produksi, terutama pakan masih tinggi. Kondisi ini dikhawatirkan menggerus keuntungan peternak hingga berpotensi membuat usaha mereka tidak bertahan.
Pemprov Jatim sebelumnya menyiapkan skema subsidi harga jagung melalui Bulog dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) bekerja sama dengan Kementerian Pertanian. Langkah itu diharapkan dapat menekan biaya pakan yang menjadi beban utama peternak.
Erma mendukung kebijakan tersebut, termasuk mendorong peningkatan penyerapan telur melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Memang perlu, khususnya subsidi pakan ayam, agar peternak tidak colaps. Juga kebijakan BGN penyerapan telur dalam menu diperbanyak," jelas politisi PDI Perjuangan ini.
Anjloknya harga telur membuat para peternak melakukan aksi membagikan satu juta telur secara gratis sebagai bentuk protes. Seperti yang dilakukan di Blitar Raya, Tulungagung, Kediri, dan Trenggalek dalam aksi damai di depan Kantor Bupati Blitar, Senin 1 Juni 2026.
Sebagai bentuk protes, mereka membagikan sekitar satu juta butir telur secara gratis kepada masyarakat. Telur-telur tersebut diangkut menggunakan sekitar 200 mobil pikap.
Koorlap aksi, Suyanto mengatakan, langkah itu dilakukan untuk menunjukkan kondisi peternak yang semakin tertekan akibat harga telur yang terus turun.
"Ini bentuk keprihatinan kami dengan harga telur yang terus turun," kata Suyanto.
Menurutnya, harga telur di tingkat peternak sudah dua bulan terakhir berada dalam tren penurunan. Sementara harga bahan baku pakan justru meningkat. Peternak juga mengaku khawatir dengan munculnya wacana keterlibatan investor asing dalam usaha ayam petelur.
Saat ini harga telur di kandang hanya sekitar Rp21.000 per kilogram, jauh di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp24.500 hingga Rp26.500 per kilogram.