Bogasari Latih Guru SMKN 3 Kediri, Perkuat Kompetensi Kuliner dan Pengembangan Teaching Factory
- VIVA Jatim/Tito
Menurut Agus, materi yang diperoleh akan diintegrasikan ke dalam kurikulum sesuai jenjang pendidikan siswa. Kelas XI akan difokuskan pada materi fusion pastry dan bakery, sedangkan kelas XII akan mempelajari produk bakery untuk kebutuhan khusus seperti menu diet.
"Melalui pelatihan ini, kami mendapatkan banyak pembaruan ilmu dari sisi industri pastry dan bakery. Pengetahuan tersebut sangat penting untuk ditransfer kepada siswa agar kompetensi mereka sesuai kebutuhan dunia kerja," ujar Agus yang telah mengajar selama 22 tahun.
Ia menambahkan, ilmu yang diperoleh juga akan digunakan untuk memperkuat pengembangan produk Teaching Factory Kuliner Adiwangsa milik sekolah. Salah satu keberhasilan TEFA terlihat saat Ramadan lalu ketika siswa berhasil memproduksi sekitar 700 toples kue kering, seperti nastar, lidah kucing, chocochip, dan cokelat karamel dengan omzet mencapai Rp35 juta.
"Yang utama bukan omzetnya, tetapi bagaimana siswa belajar berwirausaha dan memiliki bekal untuk membuka usaha setelah lulus," katanya.
Ke depan, SMKN 3 Kediri juga berencana mengembangkan sejumlah produk inovatif seperti Donat Prasmanan dan Mie Sehat berbahan campuran tepung terigu dan bayam yang telah mendapat respons positif dari siswa.
Di sisi lain, Chef Hadi Haudi menilai tepung terigu memiliki fleksibilitas tinggi untuk dipadukan dengan berbagai bahan pangan lokal Nusantara.
Menurutnya, Bogasari telah mengembangkan banyak resep berbasis kearifan lokal, mulai dari Flaky Taro berbahan talas, Burnt Fermented Cassava Cheese Cake dari tape singkong, Banana Brownies Cake, Crunchy Durian Choux Paste, hingga Donat Telo berbahan ubi ungu.
"Kelebihan tepung terigu adalah mudah dikombinasikan dengan berbagai bahan lokal. Ini menjadi peluang besar untuk meningkatkan nilai ekonomi produk pertanian daerah sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat," ujar Chef Hadi.