Emil Dardak: BGN Sepakat Borong Telur Ayam dari Peternak Jatim Sepekan Tiga Kali
- Achmad Faizal/Surabaya
Surabaya, VIVA Jatim-Pemprov Jatim dan Badan Gizi Nasional (BGN) telah sepakat menyusun tiga strategi dalam merespon anjloknya harga telur ayam ras yang membuat ribuan peternak di Jatim merugi, Jumat 5 Juni 2026.
Rapat yang berlangsung di Dinas Peternakan Jatim di jalan Ahmad Yani itu langsung dihadiri puluhan peternak dari berbagai di Jatim. Di antaranya peternak ayam petelur dari Blitar, Magetan, Jombang, Ponorogo, dan Bojonegoro.
Dalam rapat koordinasi (rakor) yang dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak itu, disepakati tiga hal untuk menuntaskan anjloknya harga telur ditingkat peternak. Pertama, soal penggunaan menu telur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) minimal tiga kali dalam seminggu.
Langkah tersebut dibuat untuk mempercepat penyerapan surplus telur Jatim yang membuat harga anjlok. BGN, kata Emil telah setuju dengan syarat minimal menu telur tiga kali seminggu tersebut.
Kedua, asosiasi atau koperasi peternak telur rakyat di Jawa Timur bersedia menyediakan supply telur dan mengantar ke lokasi Dapur Mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jatim sesuai dengan standar kualitas yang telah disepakati.
Ketiga, transaksi jual beli telur dilakukan langsung ke asosiasi atau koperasi petelur dengan harga minimal Rp.24.000 per kilogram.
”Dan akan dinaikkan secara bertahap sesuai dengan harga acuan pemerintah,” terang Emil.
Standar harga minimal dari peternak itu, kata Emil merupakan arahan dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Yang melihat bahwa ribuan peternak di Jatim kini merugi akibat harga telur yang jatuh.
Di tingkat peternak, harga telur saat ini berkisar Rp 20.000- Rp 20.500 per kilogram. Padahal di tingkat konsumen, harga telur saat ini bisa tembus hingga Rp 27.500 hingga Rp 30.000 kilogram. Sementara di tingkat SPPG, telur dibeli dari supplier seharga Rp 25.000 per kilogram.
”Untuk itu, kami mendorong agar SPPG membeli langsung ke peternak atau koperasi,” kata Emil.
Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat BGN Tengku Syahdana mengatakan, syarat minimal menu telur dalam sepekan di MBG itu diproyeksikan mempercepat penyerapan produksi telur di Jatim.