ASOSAI WGEA dan BPK RI Kunjungi Smelter Freeport, Bahas Tata Kelola Mineral
- VIVA Jatim/Tofan
Gresik, VIVA Jatim – Smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik menjadi perhatian delegasi internasional yang tergabung dalam Asian Organization of Supreme Audit Institutions–Working Group on Environmental Auditing (ASOSAI WGEA).
Sebanyak 16 peserta bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia melakukan kunjungan lapangan untuk mempelajari pengelolaan sumber daya mineral, proses hilirisasi, serta penerapan aspek lingkungan dalam industri pertambangan.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Kick-Off Meeting ASOSAI Working Group on Environmental Auditing (WGEA) 7th Cooperative Environmental Audit yang digelar di Surabaya pada 2–4 Juni 2026. Salah satu peserta, Moeed Ali, perwakilan Supreme Audit Institution (SAI) Pakistan yang menjabat Direktur Jenderal Audit Bidang Perubahan Iklim dan Lingkungan, mengaku terkesan dengan pengelolaan operasional yang diterapkan PTFI.
“Saya melihat yang dilakukan PTFI merupakan pencapaian yang luar biasa. PTFI mampu menunjukkan keseimbangan antara kontribusi terhadap penerimaan negara dan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan,” ujar Moeed Ali, Senin, 8 Juni 2026.
ASOSAI WGEA merupakan kelompok kerja di bawah ASOSAI yang berfokus pada penguatan kapasitas lembaga pemeriksa keuangan negara di kawasan Asia dalam bidang audit lingkungan.
Saat ini, organisasi tersebut beranggotakan sekitar 32 negara, termasuk Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, India, Thailand, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Rusia, dan sejumlah negara lainnya.
Kelompok kerja tersebut bertujuan memperkuat kerja sama antaranggota melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman terkait audit lingkungan. Selain itu, ASOSAI WGEA juga mendorong peningkatan kapasitas auditor negara melalui berbagai program pelatihan dan pengembangan kompetensi secara berkelanjutan.
Perwakilan BPK RI menjelaskan, kunjungan ke smelter PTFI menjadi bagian penting dalam agenda pembelajaran bagi peserta yang berasal dari berbagai negara, seperti Tiongkok, Papua Nugini, Oman, Myanmar, Pakistan, dan Indonesia.
Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan dapat memperluas wawasan serta berbagi pengalaman mengenai peran audit sektor publik dalam mendukung tata kelola sumber daya alam yang akuntabel dan berkelanjutan.
Sementara itu, Wakil Presiden Direktur PTFI, Jenpino Ngabdi, menyambut baik kunjungan delegasi internasional tersebut. Menurutnya, kehadiran peserta ASOSAI WGEA dan BPK RI menjadi pengakuan atas upaya perusahaan dalam menerapkan tata kelola yang baik dan praktik pertambangan berkelanjutan.