Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, BHS Minta Pemerintah Tambah Anggaran Sektor Industri
- Istimewa
Selain pembangunan kawasan industri, BHS juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) industri melalui pengembangan sekolah vokasi dan program pelatihan tenaga kerja. Menurutnya, kualitas SDM industri Indonesia masih tertinggal dibandingkan sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara.
Ia juga menyoroti minimnya anggaran untuk program hilirisasi yang hanya sekitar Rp10,9 miliar. Padahal, program tersebut merupakan salah satu agenda prioritas pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam nasional.
“Hilirisasi adalah program strategis yang terus digaungkan Presiden Prabowo. Karena itu, dukungan anggaran yang lebih besar harus segera diberikan agar program ini berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi perekonomian nasional,” ujarnya.
Untuk mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi, BHS menegaskan usulan tambahan anggaran Kementerian Perindustrian sebesar Rp1,59 triliun perlu direalisasikan secara penuh. Dengan potensi Indonesia yang berada di jalur ALKI serta didukung pasar domestik terbesar di Asia Tenggara, sektor industri harus dimaksimalkan sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Selain itu, BHS juga meminta pemerintah memberikan perhatian lebih kepada Industri Kecil dan Menengah (IKM), khususnya yang terdampak bencana. Menurutnya, sektor IKM memiliki kontribusi besar dalam penciptaan lapangan kerja, pemerataan ekonomi, dan penguatan struktur industri nasional.
“Industri Kecil dan Menengah harus terus dikembangkan secara maksimal karena menjadi salah satu fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.