BHS Desak Tambahan Anggaran UMKM Rp1,5 T untuk Perkuat Ekonomi
- Istimewa
Surabaya, VIVA Jatim-Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) mendesak pemerintah merealisasikan usulan tambahan anggaran Kementerian UMKM sebesar Rp1,5 triliun guna memperkuat perekonomian nasional.
Menurutnya, tambahan anggaran tersebut diperlukan untuk mengoptimalkan peran strategis UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia melalui kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan penyerapan tenaga kerja.
BHS mengatakan, pagu indikatif Kementerian UMKM yang telah ditetapkan pemerintah sebesar Rp459 miliar masih perlu diperkuat agar program pembinaan dan pengembangan UMKM dapat berjalan lebih optimal di seluruh daerah.
“Dari usulan tambahan Rp1,5 triliun tersebut, sebesar Rp622 miliar akan dialokasikan untuk membantu UMKM yang terdampak bencana di Sumatera. Sementara sisanya sekitar Rp900 miliar digunakan untuk mendukung berbagai program dan kebutuhan operasional Kementerian UMKM dalam menjalankan pembinaan dan pengembangan UMKM di seluruh Indonesia,” ujar BHS, Jumat, 12 Juni 2026.
Ia menegaskan bahwa Kementerian UMKM memiliki peran yang sangat strategis karena sektor UMKM menyumbang sekitar 60,5 persen terhadap PDB nasional dan menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja. Dengan jumlah sekitar 67 juta pelaku UMKM yang tersebar di 38 provinsi serta 514 kabupaten dan kota, dukungan pemerintah dinilai perlu terus diperkuat.
“Tentu yang perlu dilakukan adalah memperkuat koordinasi dan pembinaan kepada para pelaku UMKM, baik secara langsung oleh Kementerian UMKM maupun melalui dinas UMKM di tingkat kabupaten dan kota,” lanjutnya.
Ia menambahkan, pembinaan terhadap UMKM tidak hanya menyangkut pengembangan usaha, tetapi juga mencakup peningkatan kualitas manajemen, penyiapan sumber daya manusia, penyediaan peralatan, akses permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), sertifikasi usaha, hingga pendidikan dan pelatihan pendampingan.
“Pendampingan ini meliputi peningkatan mutu produk maupun kualitas kemasan. Dengan kemasan yang baik, produk akan lebih menarik, memiliki daya simpan lebih lama, dan mampu bersaing di pasar. Dengan demikian UMKM dapat berkembang, naik kelas, dan meningkatkan kapasitas produksinya,” jelasnya.
BHS menilai, optimalisasi pembinaan UMKM akan berdampak langsung terhadap penguatan ekonomi nasional. Menurutnya, peningkatan produktivitas UMKM sebesar 10 persen saja berpotensi menambah kontribusi sekitar 6 persen terhadap PDB nasional.