BHS Desak Tambahan Anggaran UMKM Rp1,5 T untuk Perkuat Ekonomi
- Istimewa
“Angka 6 persen ini sangat besar dan sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Kontribusi tersebut bahkan lebih besar dibanding sejumlah sektor lainnya seperti pariwisata yang memberikan kontribusi sekitar 4 persen terhadap PDB. Dengan angka tersebut saja sudah mampu memberikan efek pertumbuhan ekonomi yang signifikan,” tandas dia.
Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, peningkatan produktivitas UMKM juga diyakini akan memperbesar penyerapan tenaga kerja. Dengan tingkat serapan tenaga kerja UMKM yang mencapai sekitar 97 persen atau sekitar 100 juta pekerja, peningkatan produktivitas sebesar 10 persen diperkirakan dapat menciptakan tambahan sekitar 10 juta lapangan kerja.
“Dampak yang ditimbulkan sangat luar biasa, baik terhadap pertumbuhan ekonomi maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, usulan penambahan anggaran yang diajukan Kementerian UMKM meskipun tidak terlalu besar dari sisi APBN, akan memberikan manfaat yang sangat besar bagi masyarakat,” tegasnya.
Atas dasar itu, BHS menyatakan Fraksi Gerindra mendorong pemerintah untuk merealisasikan usulan tambahan anggaran Kementerian UMKM secara penuh agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal.
“Fraksi Gerindra mendorong pemerintah agar usulan tambahan anggaran Kementerian UMKM dapat direalisasikan secara penuh, sehingga multiplier effect terhadap pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia dapat tercapai sesuai target yang telah ditetapkan Presiden Prabowo,” pungkas BHS.