SPMB Jatim 2026 Tahap 1 Ditutup, 54 Ribu Siswa Lolos Jalur Domisili
- Rachmad Fahrizal Tito
Surabaya, VIVA Jatim-Pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Timur 2026 tahap 1 melalui jalur domisili untuk SMA dan SMK resmi ditutup pada 12 Juni 2026 pukul 21.00 WIB. Dari total 213.066 pendaftar, sebanyak 54.056 calon murid baru dinyatakan lolos seleksi.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur, sebanyak 40.786 calon murid diterima di SMA Negeri dan 13.270 calon murid diterima di SMK Negeri.
Adapun jumlah pendaftar pada tahap ini mencapai 111.144 calon murid untuk SMA dan 101.922 calon murid untuk SMK. Menariknya, sebanyak 31.443 calon murid SMA dan 10.506 calon murid SMK berhasil diterima pada pilihan sekolah pertama yang mereka ajukan.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengucapkan selamat kepada para calon murid yang berhasil lolos melalui jalur domisili.
“Selamat kepada calon murid SMA dan SMK yang diterima di tahap 1. Terus tingkatkan prestasi terbaik kalian,” ujar Aries, Minggu.
Aries menjelaskan, sistem seleksi jalur domisili tahun ini tidak lagi hanya mengandalkan jarak tempat tinggal ke sekolah. Seleksi mengutamakan nilai akhir yang merupakan gabungan nilai rapor dan Tes Kemampuan Akademik (TKA), kemudian mempertimbangkan jarak domisili, usia, hingga waktu pendaftaran.
Bagi calon murid yang belum berhasil lolos pada tahap pertama, Aries meminta agar tidak berkecil hati karena masih tersedia beberapa jalur pendaftaran pada tahapan berikutnya.
“Masih ada tahap 2 melalui jalur afirmasi, prestasi hasil lomba, dan mutasi. Selain itu juga terdapat tahap 3 dan tahap 4 melalui jalur prestasi nilai akademik untuk SMA maupun SMK,” katanya.
Dindik Jatim juga mencatat masih terdapat kuota yang belum terpenuhi di 284 SMA Negeri dan 47 SMK Negeri.
Aries menjelaskan, kekurangan kuota tersebut akan diisi melalui mekanisme pemenuhan kuota yang dilaksanakan setelah tahap 3 untuk SMA dan setelah tahap 4 untuk SMK.
Dalam mekanisme pemenuhan kuota, seleksi mengikuti ketentuan jalur prestasi nilai akademik. Calon murid dapat memilih tiga sekolah untuk SMA atau tiga konsentrasi keahlian untuk SMK.
Selanjutnya, peserta akan diperingkat berdasarkan nilai kemampuan akademik, jarak terdekat, rata-rata nilai TKA, rata-rata nilai rapor, hingga waktu pendaftaran.