Ubhara Surabaya Wisuda 207 Lulusan, Diminta Jadi Pemecah Masalah di Era Krisis Global
- Rachmad Fahrizal Tito
Surabaya, VIVA Jatim-Universitas Bhayangkara (Ubhara) Surabaya mewisuda 207 lulusan program sarjana dan magister dalam Wisuda Sarjana Angkatan LIX dan Magister Angkatan XXXIV Tahun 2026 yang digelar di Gedung Graha Ubhara, Rabu, 17 Juni 2026.
Di tengah ketidakpastian geopolitik dan tantangan ekonomi global, para lulusan perguruan tinggi dituntut tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Wakapolda Jawa Timur, Brigjen Pol Pasma Royce, saat menghadiri prosesi wisuda. Menurutnya, gelar akademik yang diraih para wisudawan bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan amanah untuk memberi manfaat bagi bangsa dan negara.
"Saudara tidak boleh hanya menjadi pemerhati. Jadilah pemecah masalah di tengah berbagai tantangan dan krisis global," ujarnya.
Pasma menilai situasi geopolitik dunia saat ini memiliki dampak langsung terhadap kondisi ekonomi dan stabilitas sosial di Indonesia. Karena itu, lulusan perguruan tinggi dituntut adaptif terhadap perubahan zaman dan perkembangan teknologi.
Ia juga mengajak para alumni mendukung semangat Jogo Jatim dalam menjaga kondusivitas daerah. Menurutnya, stabilitas keamanan menjadi modal penting dalam menciptakan iklim investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Selain itu, para lulusan diminta menjadi benteng masyarakat dalam menangkal hoaks dan polarisasi, menjunjung supremasi hukum, serta berperan sebagai katalisator pembangunan.
Sementara itu, Rektor Ubhara Surabaya, Irjen Pol (Purn) Anton Setiadji, menegaskan seluruh wisudawan yang dikukuhkan telah memenuhi persyaratan akademik dan administrasi nasional.
"Sebanyak 207 wisudawan yang dinyatakan lulus merupakan bentuk tanggung jawab Ubhara Surabaya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kelulusan mereka tidak hanya berdasarkan kriteria akademik, tetapi juga telah melalui pelaporan ke kementerian sehingga memperoleh PIN dan penomoran resmi," katanya.
Anton mengungkapkan, pada usia ke-44 tahun, Ubhara Surabaya terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan tinggi melalui berbagai inovasi dan penguatan tata kelola akademik. Kepada para lulusan, ia berpesan agar tidak cepat berpuas diri setelah meraih gelar sarjana maupun magister.
"Jangan berpuas diri. Teruslah meningkatkan kemampuan, tetap rendah hati, hindari sikap angkuh, dan tingkatkan daya saing, baik untuk memasuki dunia kerja maupun menciptakan lapangan pekerjaan," ujarnya.