IPAL Bermasalah, SPPG di Mojokerto Ini Dihentikan Sementara
- M. Lutfi Hermansyah
Mojokerto, VIVA Jatim-Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumolawang I di Kabupaten Mojokerto dihentikan sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Penghentian ini dilakukan karena masalah instalansi pengolahan air limbah (IPAL) yang belum memenuhi standar.
SPPG Sumolawang I yang berlokasi di Dusun Pohgurih, Desa Sumolawang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, telah berstatus suspend sejak 29 Mei 2026. Akibatnya, distribusi program Makan Bergizi Gratis untuk ribuan penerima manfaat terpaksa terhenti sementara.
Kepala SPPG Sumolawang I, Anta Dewinta, mengatakan pihaknya saat ini masih berupaya memenuhi persyaratan yang diminta BGN, terutama terkait pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) mandiri.
Menurut Anta, selama beroperasi, SPPG tersebut masih menggunakan sistem resapan dan sedot limbah secara berkala. Sistem itu dinilai tidak lagi memenuhi ketentuan terbaru yang mewajibkan setiap SPPG memiliki IPAL sendiri untuk mengolah limbah secara aman dan higienis.
“Selama ini menggunakan resapan. Jika penuh, limbah disedot. Berdasarkan pendataan dari BGN, SPPG yang masih memakai sistem sedot tidak diperbolehkan, sehingga status kami saat ini masih suspend. Sekarang sedang dalam proses pembangunan IPAL,” ujar Anta, Rabu, 17 Juni 2026.
SPPG Sumolawang I selama ini melayani sebanyak 2.424 penerima manfaat yang terdiri dari siswa di 19 sekolah serta peserta di 14 posyandu.
Anta menjelaskan, penyedotan limbah cair biasanya dilakukan satu kali dalam sebulan. Namun jika terlambat dilakukan, limbah berpotensi meluber hingga ke area sekitar dapur.
Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memengaruhi kebersihan lingkungan dan standar higienitas dalam proses penyediaan makanan bergizi bagi para penerima manfaat.
“Kalau terlambat disedot memang bisa sampai meluber ke halaman. Karena itu kami segera membangun IPAL agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” katanya.
Hingga kini, pembangunan IPAL masih berlangsung. Namun pihak pengelola belum dapat memastikan kapan proyek tersebut akan selesai dan operasional SPPG kembali dibuka.
“Target selesai belum tahu,” pungkas Anta.
Sebagai informasi, SPPG merupakan unit pelaksana program Makan Bergizi Gratis yang bertugas menyiapkan dan mendistribusikan makanan kepada siswa sekolah serta kelompok sasaran lainnya.