Putus Rantai Kemiskinan Lewat Pendidikan, Khofifah Siapkan 143 Ribu Beasiswa SMA SMK dan PTS
- Rachmad Fahrizal Tito
Surabaya, VIVA Jatim-Pemerintah Provinsi Jawa Timur meluncurkan program beasiswa besar-besaran bagi siswa SMA, SMK, dan mahasiswa perguruan tinggi swasta (PTS) di seluruh Jawa Timur. Lebih dari 143 ribu kuota beasiswa disiapkan sebagai upaya menekan angka putus sekolah sekaligus memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
Program yang dijalankan melalui kolaborasi dengan ribuan sekolah dan perguruan tinggi swasta tersebut diharapkan mampu memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) Jawa Timur menuju Indonesia Emas 2045.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, total beasiswa yang diluncurkan mencapai lebih dari 143 ribu penerima. Rinciannya, sekitar 81 ribu beasiswa untuk siswa SMA dan SMK swasta serta lebih dari 62 ribu beasiswa untuk mahasiswa perguruan tinggi swasta.
"Hari ini kita baru meluncurkan beasiswa untuk SMA, SMK, dan Perguruan Tinggi Swasta se-Jawa Timur. SMA dan SMK 81 ribu lebih dan Perguruan Tinggi 62 ribu lebih. Ini sebuah sinergi, kolaborasi, dan kegotongroyongan yang luar biasa di antara lembaga pendidikan swasta di Jawa Timur," kata Khofifah.
Menurut Khofifah, kolaborasi antara pemerintah dan lembaga pendidikan swasta menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh anak di Jawa Timur tetap memiliki kesempatan mengenyam pendidikan tanpa terkendala biaya.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh sekolah dan perguruan tinggi swasta yang telah terlibat dalam program tersebut.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkolaborasi, sinergi, dan kerja sama kegotongroyongan antar lembaga pendidikan ini adalah ikhtiar yang sangat mulia," ujarnya.
Khofifah menegaskan bahwa pendidikan merupakan instrumen paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah.
"Semua teori akan menyebutkan bahwa cara memutus mata rantai kemiskinan yang paling efektif adalah melalui pendidikan. Oleh karena itu kembali saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat," tuturnya.
Melalui program ini, Pemprov Jatim berharap tidak ada lagi masyarakat yang tertinggal dalam memperoleh akses pendidikan.
"Kita berharap bahwa no one left behind, tidak ada masyarakat yang tertinggal di dalam mengakses pendidikan di Jawa Timur," tegas Khofifah.