Jelang Muktamar, Gus Muhaimin Sentil Pihak yang Main-main di NU untuk Keluar

Gus Muhaimin Saat Menghadiri Haul Akbar Betawi.
Sumber :
  • Istimewa

Surabaya, VIVA Jatim-Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin, kembali menanggapi dinamika yang berkembang di lingkungan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjelang Muktamar ke-35 yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026.

img_title Polres Jombang Bersiap-siap Jelang Muktamar NU Ke-35 di PP Tambakberas

Melalui unggahan di akun X pribadinya pada Minggu, 21 Juni 2026, Gus Muhaimin menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama merupakan organisasi yang mengedepankan harmoni dan persatuan, bukan arena kompetisi politik.

NU itu bukan organisasi politik yang membuat hubungan selalu kompetitif. NU itu orkestrasi kultural yang menyatukan, bukan saling menyingkirkan. Berbagai kemampuan dan kecerdasan sosial bersatu padu,” tulisnya.

img_title Muktamar NU Ke-35 Digelar di Tambakberas Jombang 27-31 Agustua

Dalam unggahan tersebut, Gus Muhaimin juga menyampaikan pesan tegas kepada pihak-pihak yang dinilai membawa kepentingan politik ke dalam organisasi.

“Yang main-main di NU keluarkan aja. Yang berpolitik silakan di partai aja. NU itu lesehan dan menyatu tanpa ketegangan,” lanjutnya.

img_title Cak Imin Bangga Luluk Nur Hamidah Resmi Sandang Gelar Doktor Sosiologi UI

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap berbagai dinamika internal PBNU menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35. Meski tidak menyebut pihak tertentu, pesan Gus Muhaimin dinilai sebagai ajakan untuk menjaga khittah dan tradisi kebersamaan yang selama ini menjadi ciri khas NU.

Menutup unggahannya, Gus Muhaimin mengungkapkan kerinduannya kepada almarhum KH. Hasyim Muzadi, yang pernah memimpin PBNU pada periode 1999–2010.

“Kangen Pak Hasyim Muzadi, rek!” tulisnya.

Ungkapan tersebut langsung menarik perhatian warganet dan memunculkan berbagai respons, terutama karena disampaikan di tengah menghangatnya dinamika menjelang Muktamar NU yang akan datang.

"Waah iki, Gus.. ?," balas @muhammad_husnil.

"Ipul yg lu maksud cak?," tulis @pelenjr.