Selaras Rais Aam, Khofifah Ungkap Modal Utama Menjaga Marwah NU di Era Kini
- Biro Adpim Pemprov Jatim
Kediri, VIVA Jatim – Meniru Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan bahwa menjaga marwah NU di zaman seperti sekarang ini tidak cukup hanya bermodalkan integritas dan moralitas organisasi. Tetapi juga dengan memberikan khidmat yang nyata untuk kemaslahatan masyarakat.
Apa yang diutarakan Khofifah tersebut selaras dengan pesan yang disampaikan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar saat menyampaikan sambutan pada pembukaan Munas-Konbes NU, Sabtu, 20 Juni 2026. Menurut Khofifah, dawuh Kiai Miftach menjadi panduan penting bagi seluruh keluarga besar NU dalam memperkuat peran organisasi di tengah dinamika zaman.
Itu juga sejalan dengan tema Munas-Konbes NU kali ini, yakni Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmat untuk Kemaslahatan Bangsa.
“Pesan yang disampaikan Rais Aam menjadi pengingat bahwa menjaga marwah tidak cukup hanya menjaga integritas dan moralitas organisasi, tetapi juga harus diwujudkan melalui khidmat yang semakin nyata dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” kata Khofifah dalam keterangannya ditulis Senin, 22 Juni 2026.
Munas-Konbes NU merupakan forum strategis untuk merumuskan pandangan keagamaan sekaligus menghadirkan solusi atas berbagai persoalan umat, bangsa, dan negara. Karena itu, ia optimistis forum permusyawaratan para ulama ini akan menghasilkan keputusan-keputusan yang mampu memperkuat peran NU dalam membangun kemaslahatan sosial, mempererat persaudaraan, serta menjawab berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat saat ini.
Khofifah juga menyampaikan bahwa Jawa Timur sebagai provinsi dengan ribuan pondok pesantren memiliki tanggung jawab besar untuk terus mendukung penguatan peran pesantren dan NU dalam pembangunan sumber daya manusia, pendidikan, ekonomi umat, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan.
Karena itu, Khofifah menyampaikan apresiasi kepada PBNU, keluarga besar Pondok Pesantren Al Falah Ploso, para kiai, santri, relawan, dan seluruh panitia yang telah mempersiapkan penyelenggaraan Munas dan Konbes NU 2026. “Ahlan wa sahlan kepada seluruh peserta Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2026 di Jawa Timur,” tandasnya.
Dalam sambutannya, Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar menyampaikan bahwa NU kini menghadapi tantangan peradaban yang semakin kompleks sehingga membutuhkan lompatan strategis dalam menjalankan khidmat kepada umat.