Kakak Tangguh Jadi Senjata LLDIKTI VII Jatim Cetak SDM Unggul Indonesia Emas 2045

Rapat Kerja Pimpinan Perguruan Tinggi dan Anugerah Kampus Unggul 2026
Sumber :
  • VIVA Jatim/Tito

Surabaya, VIVA Jatim – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur mendorong perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat mencetak lulusan, tetapi juga menjadi agen perubahan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui program unggulan Kakak Tangguh.

img_title Mas Dhito Minta PKK Fokus Dampingi Keluarga dengan Kesejahteraan Terendah

Program tersebut digadang-gadang menjadi strategi penguatan sumber daya manusia (SDM) unggul menuju Indonesia Emas 2045 sekaligus memperkuat kontribusi kampus terhadap pembangunan daerah.

Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur, Dyah Sawitri mengatakan, konsep Kakak Tangguh telah menjadi program unggulan yang bahkan telah dipresentasikan kepada pemerintah pusat.

img_title Ubaya Kukuhkan 10 Guru Besar Baru, Perkuat Riset dan Inovasi Jelang Dies Natalis ke-58

"Kami berharap Rakerpim ini dengan tema Peranan Strategis Indikator Kinerja Utama untuk Kampus Berdampak betul-betul nyata melalui program-program unggulan yang diberikan oleh LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur. Salah satu yang menjadi kekuatan kami dan sudah kami presentasikan ke pusat adalah Kakak Tangguh," ujar Dyah dalam Rapat Kerja Pimpinan Perguruan Tinggi dan Anugerah Kampus Unggul 2026 di Surabaya, Senin, 22 Juni 2026.

Menurutnya, Kakak Tangguh dirancang untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendampingi masyarakat sesuai karakteristik wilayah masing-masing.

img_title Makna Kampus Untag Surabaya Menghadap ke Timur Terungkap saat Wisuda ke-132

"Kakak Tangguh adalah pondasi kuat untuk menghasilkan SDM unggul Indonesia Emas yang membersamai masyarakat secara langsung dan memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Kampus harus menjadi agen perubahan, pondasi kuat pembangunan nasional, serta garda terdepan dalam mencetak SDM yang bermutu dan berkualitas," katanya.

Jawa Timur Dibagi Empat Kawasan Untuk mendukung implementasi program tersebut, LLDIKTI membagi Jawa Timur ke dalam empat kawasan pengembangan, yakni Pantura, Arek, Mataraman, dan Pesisir. Pembagian itu dilakukan agar program pengabdian, riset, hingga penguatan ekonomi masyarakat dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi masing-masing daerah.

"Kita membagi wilayah menjadi Pantura, Arek, Mataraman, dan Pesisir. Karakteristik masing-masing wilayah menjadi kekuatan tersendiri bagi kita untuk mengimplementasikan program Kakak Tangguh," ujarnya.

Kampus Harus Ciptakan Dampak Dyah juga menyoroti tingginya angka pengangguran lulusan perguruan tinggi yang masih menjadi tantangan nasional. Menurutnya, kondisi tersebut harus dijawab dengan pendidikan yang lebih relevan terhadap kebutuhan dunia kerja dan masyarakat.

Halaman Selanjutnya
img_title