Kakak Tangguh Jadi Senjata LLDIKTI VII Jatim Cetak SDM Unggul Indonesia Emas 2045
- VIVA Jatim/Tito
"Kami melihat ini sebagai peluang dan kekuatan baru. Dengan program-program unggulan yang dijalankan, kami berharap masyarakat Jawa Timur dapat terserap dalam pekerjaan yang sesuai dengan kompetensinya," katanya.
Ia menegaskan, ukuran keberhasilan kampus saat ini tidak lagi sekadar meluluskan mahasiswa.
"Kampus memiliki tiga indikator utama. Apakah lulusannya siap kerja, apakah lulusannya mampu menciptakan lapangan kerja, atau apakah lulusannya memberikan dampak bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Itu yang ingin kami wujudkan di Jawa Timur pada 2026," tegasnya.
Target Akreditasi Unggul Naik Dua Kali Lipat
Sementara itu, Plt Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Sandro Mihradi, menyatakan dukungannya terhadap target Jawa Timur meningkatkan jumlah program studi dan perguruan tinggi berakreditasi unggul.
"Kami sudah mendengar target Jawa Timur untuk meningkatkan capaian akreditasi unggul hingga dua kali lipat. Ini menjadi salah satu komitmen yang kami dukung dan mudah-mudahan menjadi komitmen bersama seluruh perguruan tinggi di Jawa Timur," ujarnya.
Menurut Sandro, perluasan akses pendidikan tinggi harus berjalan seiring dengan peningkatan mutu kampus.
"Selain meningkatkan akses pendidikan tinggi, kita juga harus meningkatkan kualitas secara bersama-sama. Sehingga kita bisa yakin ketika KIP Kuliah disalurkan kepada mahasiswa, mereka dapat kuliah di kampus yang bermutu," katanya.
Khofifah: Pendidikan Cara Paling Efektif Putus Kemiskinan
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyambut positif langkah LLDIKTI dalam memperkuat kualitas perguruan tinggi dan memperluas dampaknya bagi masyarakat.
Menurut Khofifah, pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan sekaligus memutus rantai kemiskinan.
"Pendidikan adalah salah satu jalan paling efektif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, ketika perguruan tinggi semakin berkualitas dan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat, maka dampaknya akan sangat besar terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat," ujarnya.
Khofifah mengungkapkan, Pemprov Jatim pada 2026 menyiapkan sekitar 62 ribu beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa berbagai jenjang pendidikan.
"Sering kali kami menerima testimoni dari keluarga penerima bantuan yang berhasil meningkatkan taraf hidupnya setelah putra atau putrinya memperoleh pendidikan tinggi dan memiliki pekerjaan yang lebih baik. Karena itu pendidikan menjadi bagian yang sangat penting dalam memutus mata rantai kemiskinan," tuturnya.