Kakak Tangguh Jadi Senjata LLDIKTI VII Jatim Cetak SDM Unggul Indonesia Emas 2045
- VIVA Jatim/Tito
Surabaya, VIVA Jatim – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur mendorong perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat mencetak lulusan, tetapi juga menjadi agen perubahan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat melalui program unggulan Kakak Tangguh.
Program tersebut digadang-gadang menjadi strategi penguatan sumber daya manusia (SDM) unggul menuju Indonesia Emas 2045 sekaligus memperkuat kontribusi kampus terhadap pembangunan daerah.
Kepala LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur, Dyah Sawitri mengatakan, konsep Kakak Tangguh telah menjadi program unggulan yang bahkan telah dipresentasikan kepada pemerintah pusat.
"Kami berharap Rakerpim ini dengan tema Peranan Strategis Indikator Kinerja Utama untuk Kampus Berdampak betul-betul nyata melalui program-program unggulan yang diberikan oleh LLDIKTI Wilayah VII Jawa Timur. Salah satu yang menjadi kekuatan kami dan sudah kami presentasikan ke pusat adalah Kakak Tangguh," ujar Dyah dalam Rapat Kerja Pimpinan Perguruan Tinggi dan Anugerah Kampus Unggul 2026 di Surabaya, Senin, 22 Juni 2026.
Menurutnya, Kakak Tangguh dirancang untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendampingi masyarakat sesuai karakteristik wilayah masing-masing.
"Kakak Tangguh adalah pondasi kuat untuk menghasilkan SDM unggul Indonesia Emas yang membersamai masyarakat secara langsung dan memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Kampus harus menjadi agen perubahan, pondasi kuat pembangunan nasional, serta garda terdepan dalam mencetak SDM yang bermutu dan berkualitas," katanya.
Jawa Timur Dibagi Empat Kawasan Untuk mendukung implementasi program tersebut, LLDIKTI membagi Jawa Timur ke dalam empat kawasan pengembangan, yakni Pantura, Arek, Mataraman, dan Pesisir. Pembagian itu dilakukan agar program pengabdian, riset, hingga penguatan ekonomi masyarakat dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi masing-masing daerah.
"Kita membagi wilayah menjadi Pantura, Arek, Mataraman, dan Pesisir. Karakteristik masing-masing wilayah menjadi kekuatan tersendiri bagi kita untuk mengimplementasikan program Kakak Tangguh," ujarnya.
Kampus Harus Ciptakan Dampak Dyah juga menyoroti tingginya angka pengangguran lulusan perguruan tinggi yang masih menjadi tantangan nasional. Menurutnya, kondisi tersebut harus dijawab dengan pendidikan yang lebih relevan terhadap kebutuhan dunia kerja dan masyarakat.
"Kami melihat ini sebagai peluang dan kekuatan baru. Dengan program-program unggulan yang dijalankan, kami berharap masyarakat Jawa Timur dapat terserap dalam pekerjaan yang sesuai dengan kompetensinya," katanya.
Ia menegaskan, ukuran keberhasilan kampus saat ini tidak lagi sekadar meluluskan mahasiswa.
"Kampus memiliki tiga indikator utama. Apakah lulusannya siap kerja, apakah lulusannya mampu menciptakan lapangan kerja, atau apakah lulusannya memberikan dampak bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Itu yang ingin kami wujudkan di Jawa Timur pada 2026," tegasnya.
Target Akreditasi Unggul Naik Dua Kali Lipat
Sementara itu, Plt Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Sandro Mihradi, menyatakan dukungannya terhadap target Jawa Timur meningkatkan jumlah program studi dan perguruan tinggi berakreditasi unggul.
"Kami sudah mendengar target Jawa Timur untuk meningkatkan capaian akreditasi unggul hingga dua kali lipat. Ini menjadi salah satu komitmen yang kami dukung dan mudah-mudahan menjadi komitmen bersama seluruh perguruan tinggi di Jawa Timur," ujarnya.
Menurut Sandro, perluasan akses pendidikan tinggi harus berjalan seiring dengan peningkatan mutu kampus.
"Selain meningkatkan akses pendidikan tinggi, kita juga harus meningkatkan kualitas secara bersama-sama. Sehingga kita bisa yakin ketika KIP Kuliah disalurkan kepada mahasiswa, mereka dapat kuliah di kampus yang bermutu," katanya.
Khofifah: Pendidikan Cara Paling Efektif Putus Kemiskinan
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyambut positif langkah LLDIKTI dalam memperkuat kualitas perguruan tinggi dan memperluas dampaknya bagi masyarakat.
Menurut Khofifah, pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan sekaligus memutus rantai kemiskinan.
"Pendidikan adalah salah satu jalan paling efektif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, ketika perguruan tinggi semakin berkualitas dan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat, maka dampaknya akan sangat besar terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat," ujarnya.
Khofifah mengungkapkan, Pemprov Jatim pada 2026 menyiapkan sekitar 62 ribu beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa berbagai jenjang pendidikan.
"Sering kali kami menerima testimoni dari keluarga penerima bantuan yang berhasil meningkatkan taraf hidupnya setelah putra atau putrinya memperoleh pendidikan tinggi dan memiliki pekerjaan yang lebih baik. Karena itu pendidikan menjadi bagian yang sangat penting dalam memutus mata rantai kemiskinan," tuturnya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah, LLDIKTI, dan perguruan tinggi terus diperkuat guna menyiapkan SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045.
"Ketika akses pendidikan semakin luas dan kualitas perguruan tinggi semakin baik, maka kita sedang menyiapkan fondasi yang kuat untuk mencetak SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045," pungkasnya.