Bonek Hapus Tulisan SETARA di Kedung Sroko Setelah Pelaku Pembacokan HUT Persebaya Ditangkap
- Istimewa
Surabaya, VIVA Jatim-Sejumlah suporter Persebaya atau Bonek mendatangi kawasan Jalan Kedung Sroko, Kecamatan Tambaksari, Surabaya, usai penangkapan pelaku kasus pembacokan yang menewaskan seorang suporter saat perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Persebaya ke-99.
Kedatangan mereka disebut berujung pada aksi pengecatan ulang tulisan SETARA yang tertera di salah satu tembok di kawasan tersebut. Tulisan itu kemudian diganti menjadi kalimat Surabaya Tidak Ada Gangster.
Peristiwa ini terjadi sehari setelah polisi menangkap dua pemuda berinisial MN (21) warga Kedung Sroko, Surabaya yang sebelumnya diamankan terkait kasus pembacokan di Jalan Sumatera, Surabaya.
Kasus tersebut mengakibatkan seorang pemuda asal Karangpilang, GAD (18) pelajar kelas XI SMA, meninggal dunia dan seorang korban lainnya mengalami luka berat.
Seorang warga Kedung Sroko yang enggan disebutkan identitas lengkapnya, Uus, mengaku sempat melihat adanya keramaian di sekitar lokasi setelah kabar penangkapan pelaku menyebar.
"Pada malam itu ada sejumlah pengendara motor yang datang ke sekitar Kedung Sroko. Tidak lama kemudian mereka pergi lagi," ujar Uus, Senin, 22 Juni 2026.
Menurut dia, keesokan harinya kembali terlihat sejumlah orang mendatangi kawasan tersebut dan melakukan pengecatan pada tulisan yang ada di tembok.
"Minggu pagi ada yang datang lagi lalu tulisan itu dicat ulang dan diganti menjadi tulisan Surabaya Tidak Ada Gangster," katanya.
Sementara itu, hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait aksi pengecatan tersebut.
Sebelumnya, Satreskrim Polrestabes Surabaya telah menangkap tersangka utama kasus pembacokan yang terjadi di Jalan Sumatera saat perayaan HUT Persebaya ke-99.
Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Edy Herwiyanto menjelaskan, peristiwa bermula saat dua kelompok yang sama-sama mengikuti perayaan ulang tahun Persebaya terlibat adu mulut yang kemudian berujung keributan.
Dari hasil penyidikan, tersangka diduga mengeluarkan senjata tajam jenis celurit dan menyabetkannya ke arah rombongan korban hingga menyebabkan satu orang meninggal dunia.
Polisi saat ini masih terus melakukan pendalaman terkait kasus tersebut, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.