Solar dan Pertalite Langka di Mojokerto, Antrean Truk Mengular di Sejumlah SPBU

Antrean Truk di Salah Satu SPBU di Mojokerto.
Sumber :
  • M. Lutfi Hermansyah

Mojokerto, VIVA Jatim-Kelangkaan solar subsidi dan Pertalite di sejumlah SPBU di Kabupaten dan Kota Mojokerto memicu antrean panjang kendaraan, terutama truk pengangkut barang. Antrean bahkan mengular hingga ke badan jalan dan menyebabkan kepadatan lalu lintas di beberapa titik pada Kamis, 25 Juni 2026.

img_title Khofifah Pastikan Pasokan Biosolar di Jatim Lancar dan Aman

Kelangkaan pasokan BBM membuat sopir truk dari berbagai daerah harus berpindah-pindah SPBU untuk mendapatkan solar subsidi. Kondisi ini menyebabkan antrean kendaraan semakin panjang. Pantauan di SPBU 54.613.01 Jalan Bypass Meri, Kota Mojokerto, menunjukkan deretan kendaraan besar mengantre di sisi kiri jalan hingga sekitar 200 meter.

Salah seorang sopir truk, Eko, mengaku telah mengantre sejak Rabu malam, 24 Juni 2026, sekitar pukul 21.00 WIB. Ia mengangkut karton dari PT Tjiwi Kimia menuju Pandaan, Kabupaten Pasuruan.

img_title Pertamina Patra Niaga Lakukan Pemutakhiran Data untuk Penggunaan QR Code dan Kuota BBM Bersubsidi

“Sejak jam sembilan malam. Dari pabrik Tjiwi Kimia mau ke Pandaan. Tapi sampai sini solar kosong,” kata Eko.

Menurut Eko, kelangkaan solar telah terjadi dalam dua hari terakhir. Ia menilai kondisi tersebut berpotensi menghambat distribusi barang karena kendaraan harus berhenti berjam-jam untuk mendapatkan bahan bakar.

img_title Menteri Amran : 1 Juli 2026 Indonesia Setop Impor Solar, Ganti Biodiesel Sawit

“Harapan kami BBM lancar. Karena kalau begini bongkarannya telat,” ujarnya.

Selain persoalan stok, Eko juga mengeluhkan adanya pembatasan pembelian solar subsidi di SPBU.

“Infonya pembelian solar dibatasi. Jadi tidak enak,” tambahnya.

Keluhan serupa disampaikan sopir Bus Trans Jatim, Widarman. Ia mengaku telah mengantre sejak pukul 11.00 WIB. Menurutnya, kelangkaan solar berdampak langsung pada layanan transportasi dan jumlah penumpang.

“Dampaknya itu macet dan jadwal mundur. Penumpang menunggu terlalu lama sehingga yang di halte akhirnya memilih naik ojek online. Biasanya penuh penumpang, sekarang sepi,” ujarnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Manajer SPBU 54.613.01, Lilik Agustina, mengatakan stok solar telah habis sejak Rabu malam, sementara Pertalite mulai kosong pada Kamis pagi. Menurut dia, kondisi tersebut disebabkan keterlambatan distribusi dari pemasok.

“Solar habis sejak kemarin malam, sedangkan Pertalite habis pagi tadi. Kami sudah mengajukan delivery order (DO), tetapi belum dikirim. Kiriman baru datang pagi ini,” kata Lilik.

Ia menjelaskan, dalam beberapa hari terakhir SPBU hanya menerima pasokan sekitar 8.000 kiloliter per pengiriman, jauh di bawah pasokan normal yang mencapai 24.000 kiloliter.

Halaman Selanjutnya
img_title