Belajar Kepemimpinan dari Ahok, IKA PPM Dorong Calon Pemimpin Adaptif terharap Perkembangan Terkini
- Istimewa
Jakarta, VIVA Jatim-Ikatan Alumni PPM School of Management (IKA PPM dan PPM School of Management mendorong para pemimpin memiliki kepekaan untuk bisa beradaptasi dengan situasi terkini. Seperti perkembangan teknologi yang cepat dan dinamikan geopolitik yang dinamis.
Lewat acara Leaders Forum Bersama Ahok, IKA PPM dan PPM ingin memberikan pemahaman kepada para pemimpin agar mampu beradaptasi dalam situasi apapun.
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok menekankan bahwa memimpin organisasi besar saat krisis membutuhkan integritas, keberanian, dan karakter yang teguh. Ia pun membagikan pengalamannya dalam memimpin DKI Jakarta hingga Pertamina.
Ia mengatakan memimpin DKI Jakarta atau perusahaan negara tidak sekadar mengandalkan kepintaran, melainkan keberanian mengambil keputusan tegas meski tidak populer. Selain itu, Ahok juga menerapkan sistem digital (seperti e-budgeting) dalam kebijakannya sebagai fondasi untuk menjaga akuntabilitas publik dan mencegah penyimpangan di tengah ekosistem yang resistan terhadap perubahan.
Ahok menegaskan menentang keras campur tangan politik yang mengorbankan profesionalisme. Menurutnya, pemimpin harus berani menolak intervensi yang merugikan perusahaan dan siap memasang badan demi kepentingan khalayak luas.
"Pemimimpin harus siap menghadapi tekanan publik, polarisasi, dan konflik internal," katanya.
Ia hanya fokus terhadap kinerja yang baik selama memimpin. Hasil dari fokus bekerja tersebut, diyakini Ahok akan membungkam para pengkritiknya secara sendirinya.
Ketua Umum IKA PPM, David Chandrawan, mengatakan Leaders Forum ini dapat memberikan pemahaman kepada para leader untuk menjadi pemimpin adaptif menghadapi ketidakpastian. Karena, lanjutnya, pemimpin dituntut menghadapi perubahan yang semakin kompleks, mulai dari tekanan ekonomi, percepatan digital, hingga sorotan publik.
"Dalam situasi seperti ini, kepemimpinan tidak cukup hanya adaptif. Tetapi, juga harus resilient, tenang, dan konsisten dalam mengambil keputusan jangka panjang," ujarnya dalam keterangan tertulisnya.
David mengungkapkan forum tersebut membantu para leader dan calon pemimpin agar dapat menggali wawasan praktis tentang adaptive dan resilient leadership terkait memahami bagaimana pemimpin mengambil keputusan strategis di bawah tekanan dan ketidakpastian.
Kemudian juga bagaimana mengidentifikasi peran integritas, konsistensi, dan keteladanan pemimpin dalam menjaga kepercayaan publik. Lalu memberikan inspirasi dan pembelajaran karier jangka panjang untuk generasi pemimpin masa depan.