120 Anak PMI dari Malaysia dan Arab Saudi Sekolah di Jatim, Khofifah: Investasi Masa Depan Bangsa

Gubernur Khofifah dan Kadindik Jatim Aries Agung Paewai menerima 120 anak PMI dari Malaysia dan Arab Saudi.
Sumber :
  • Rachmad Fahrizal Tito

Surabaya, VIVA Jatim-Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali dipercaya menjadi daerah tujuan Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) Repatriasi 2026. Sebanyak 120 anak pekerja migran Indonesia (PMI) dari Malaysia dan Arab Saudi akan menempuh pendidikan di 29 SMA dan SMK terbaik yang tersebar di 13 kabupaten/kota di Jawa Timur.

img_title Disertasi Pangi Syarwi di Unair Bongkar Penyebab Split Ticket Voting, Bukan karena Figur Calon

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan program tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjamin hak pendidikan anak-anak Indonesia yang selama ini tumbuh dan besar di luar negeri.

"Hari ini yang datang dari Johor dan Sabah, kemudian dari Jeddah, besok insyaallah yang dari Kuala Lumpur. Ini proses penguatan pendidikan yang menurut saya merupakan program yang sangat mulia dari pemerintah pusat. Jawa Timur mendapat kepercayaan untuk mendidik, membimbing, dan memberikan penguatan karakter mereka," ujar Khofifah di Sidoarjo, Kamis, 2 Juli 2026.

img_title Mangonut Bar Karya Mahasiswa Ubaya, Camilan Antidiabetes Kaya Antioksidan dari Daun Mangga

Menurut Khofifah, Program ADEM bukan sekadar memberikan akses pendidikan, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang untuk mencetak sumber daya manusia Indonesia yang unggul.

Ia menyebut hasil program tersebut mulai terlihat dari keberhasilan alumni ADEM yang berhasil lolos ke berbagai perguruan tinggi melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) maupun Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).

img_title Aplikasi SISWA JUWARA, Permudah Ortu Pantau Presensi Pelajar via WhatsApp Secara Terintergrasi

"Pada proses penerimaan SNBP dan SNBT yang baru saja selesai, anak-anak ADEM ini memiliki prestasi yang sangat bagus. Lebih dari 50 orang diterima melalui jalur prestasi maupun jalur tes. Artinya mereka memiliki peluang yang sama dengan saudara-saudaranya untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi," katanya.

Khofifah mengaku memahami tantangan yang selama ini dihadapi anak-anak pekerja migran Indonesia, terutama mereka yang menempuh pendidikan di Community Learning Center (CLC) di Malaysia.

"Kalau melihat bagaimana perjuangan mereka ketika menjadi bagian dari keluarga PMI di beberapa sektor, memang tidak mudah mendapatkan layanan pendidikan secara proporsional. Karena itu program pemerintah membawa mereka pulang ke Tanah Air untuk dididik di sini menurut saya sangat mulia," tuturnya.

Ia menambahkan seluruh peserta yang telab tiba di Indonesia telah memenuhi persyaratan administrasi.

"Kalau sudah bisa dikirim berarti dokumennya sudah lengkap. Yang dari Kuala Lumpur belum bisa hadir hari ini karena masih dalam proses pemenuhan dokumen. Mudah-mudahan mereka juga bisa mengikuti jejak kakak-kakaknya yang sukses melalui jalur prestasi maupun tes," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
img_title