Mojokerto Bangun 9 Proyek Irigasi dan Bendung Rp5,45 Miliar, Airi 324,82 Hektare Sawah
- M. Lutfi Hermansyah
Mojokerto, VIVA Jatim-Pemerintah Kabupaten Mojokerto mulai mengerjakan sembilan proyek jaringan irigasi dan bendung pada 2026. Proyek dengan total anggaran Rp5.454.172.000 tersebut ditargetkan mampu mengairi 324,82 hektare lahan pertanian produktif sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Mojokerto.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mojokerto, Yuni Laili Faizah, mengatakan kontrak pekerjaan dengan seluruh penyedia jasa telah ditandatangani pada 26 Juni 2026. Dengan demikian, seluruh proyek resmi memasuki tahap pelaksanaan dengan target penyelesaian selama 150 hari kalender.
"Total anggaran untuk sembilan proyek tersebut sebesar Rp5.454.172.000 dengan masa pelaksanaan 150 hari kalender," kata Yuni, Kamis, 2 Juli 2026.
Menurut Yuni, pembangunan infrastruktur bidang sumber daya air (SDA) diprioritaskan pada lokasi yang memiliki manfaat layanan irigasi terbesar dan membutuhkan penanganan segera. Selain menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian, proyek tersebut juga diharapkan mampu mengurangi potensi banjir di sejumlah wilayah.
"Penentuan lokasi kegiatan dilakukan berdasarkan skala prioritas dan luas manfaat layanan irigasi. Tujuannya untuk memaksimalkan sekaligus mempertahankan fungsi jaringan irigasi serta mendukung upaya penanggulangan banjir dalam rangka memperkuat ketahanan pangan," ujarnya.
Sembilan proyek yang mulai dikerjakan tersebut meliputi peningkatan Jaringan Irigasi Cakarayam II sepanjang 50 meter dengan anggaran Rp413.043.000 yang melayani 4 hektare sawah, peningkatan Jaringan Irigasi Desa Pekuwon sepanjang 360 meter senilai Rp232.706.000 dengan cakupan layanan 32,64 hektare, rehabilitasi Jaringan Irigasi Daerah Irigasi Turi sepanjang 422 meter senilai Rp300.997.000 yang melayani 32,73 hektare, serta peningkatan Jaringan Irigasi Sumberpunggul sepanjang 76 meter dengan anggaran Rp407.368.000 untuk mengairi 67,28 hektare lahan.
Selain itu, Dinas PUPR juga mengerjakan rehabilitasi Bendung Urung-Urung II senilai Rp647.467.000 yang melayani 27 hektare sawah. Lalu rehabilitasi Bendung Jatidukuh senilai Rp624.560.000 dengan cakupan layanan 40,71 hektare, peningkatan Bendung Wonokerto Tahap II senilai Rp2.147.999.000 yang akan mengairi 72 hektare lahan, peningkatan Bendung Losari II senilai Rp492.709.000 dengan layanan 9,46 hektare, serta rehabilitasi pintu air Bendung Tambaksari senilai Rp187.323.000 yang melayani 39 hektare sawah.
Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, Rois Arif Budiman, memastikan seluruh pekerjaan akan diawasi secara ketat agar selesai tepat waktu dan sesuai standar kualitas.