PBNU Survei 9 Pesantren Calon Lokasi Muktamar NU Ke-35, Ada Lirboyo
- VIVA.co.id
Jakarta, VIVA Jatim – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) telah membentuk tim survei lokasi Muktamar NU ke-35. Ada sembilan pondok pesantren masuk dalam daftar pertimbangan dan akan disurvei. Pesantren-pesantren tersebut ada yang di Pulau Jawa dan ada yang di luar Jawa.
Wakil Ketua Umum PBNU H Amin Said Husni mengatakan, ketua tim survei dipegang langsung oleh Ketua SC Muktamar NU ke-35, yakni Kiai Ahmad Said Asrori. “Sedangkan Sekretaris Tim Survei adalah Sekretaris SC, yaitu Prof Dr Muhammad Nuh,” kata Amin Said Husni ditukil dari website resmi PBNU, NU Online, Jumat, 3 Juni 2026.
Dia menjelaskan, tim survei dibentuk sebagai tindak lanjut hasil Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kabupaten Kediri, beberapa pekan lalu. di Munas-Konbes ditetapkan bahwa Muktamar NU ke-35 digelar pada 1-5 Agustus 2026, namun soal lokasinya belum diputuskan.
Selain menetapkan formasi tim survei, PBNU juga sudah memutuskan lima provinsi sebagai kandidat lokasi Muktamar NU ke-35. Itu sesuai rekomendasi Munas-Konbes NU di Al-Falaf. Tempatnya sudah disepakati adalah pondok pesantren yang berafiliasi dengan NU di lima provinsi tersebut.
Total ada sembilan pesantren yang masuk dalam rekomendasi. Yakni Pondok Pesantren Al Hamid dan Daarurrahman (DKI Jakarta); Pondok Pesantren Buntet, Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin, dan Pondok Pesantren Kempek Cirebon (Jawa Barat); dan Pondok Pesantren Lirboyo Kediri (Jawa Timur).
Khusus di Jawa Timur, Pondok Pesantren Tambak Beras Jombang juga akan disurvei sebagai lokasi pembukaan. “Ada juga kemungkinan Pondok Pesantren Tambakberas, dengan catatan Tambakberas akan disurvei untuk lokasi pembukaan Muktamar,” ujar Amin Said Husni.
Kemudian ada Pondok Pesantren Syekh Al-Falah di Padang (Sumatra Barat); dan Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu di Lombok (Nusa Tenggara Barat). “Tim survei akan melakukan peninjauan pada Sabtu dan Ahad yang akan datang,” tandas Amin Said.
Hasil survei, lanjut dia, nantinya akan dilaporkan oleh tim dalam Rapat Harian Syuriyah-Tanfidziyah PBNU yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 7 Juni 2026. Di rapat gabungan itulah kemungkinan besar akan diputuskan di mana lokasi Muktamar NU ke-35 akan dilaksanakan.