3 Hari Hilang Kontak di Perairan Kangean, KMP Entok dengan 20 ABK belum Ditemukan
- Imron Saputra/VIVA Jatim
Lamongan, VIVA Jatim – Sejak dilaporkan hilang kontak di Perairan Kangean, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, pada Rabu 1 Juli 2026 sekitar pukul 14.30 WIB, lalu. Kapal Motor Nelayan (KMN) Entok asal Lamongan belum ditemukan hingga Jumat, 3 Juli 2026. Pencarian masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.
Kapal nelayan yang hilang kontak di wilayah Madura itu dinakhodai S dan diketahui membawa 20 Anak Buah Kapal (ABK). Pencarian dilakukan di sekitar Perairan Kangean. Namun, hasilnya hingga kini masih nihil.
Kasat Polairud Polres Lamongan AKP Guntur mengatakan, dalam upaya pencarian ini, Satpolairud Polres Lamongan menginisiasi pembentukan Posko Terpadu sebagai pusat koordinasi pencarian dan informasi bagi keluarga awak kapal.
Kegiatan ini dihadiri oleh keluarga KMN Entok dengan instansi terkait Basarnas Lamongan, KSOP Tanjung Pakis, PSDKP Brondong, Dinas Perikanan Brondong, Syahbandar Perikanan, Kamladu Lamongan, Kepala Desa Blimbing, Ketua Rukun Nelayan Blimbing dan Ketua Rukun Nelayan Paciran.
Pertemuan itu digelar di Kantor Rukun Nelayan Blimbing, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan pada Jumat 3 Juli 2026 sekitar pukul 13.30 WIB.
Dalam hal ini, Guntur juga menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang dialami keluarga awak kapal dan mengajak seluruh pihak untuk berdoa bersama agar para nelayan segera ditemukan dalam keadaan selamat.
"Kami telah melakukan berbagai upaya pencarian, menyebarluaskan informasi melalui media, serta berkoordinasi dengan berbagai unsur maritim di wilayah sekitar Perairan Masalembu hingga saat ini," kata Guntur.
Satpolairud Polres Lamongan maupun Satpolairud Polres Sumenep juga telah berkoordinasi dengan Basarnas untuk melakukan deteksi dan pencarian keberadaan kapal.
Informasi juga telah disebarluaskan kepada kapal-kapal yang beroperasi di wilayah perairan sekitar agar segera melaporkan apabila menemukan atau melihat KMN Entok.
Hingga kini belum diperoleh informasi pasti mengenai keberadaan KMN Entok. Sementara untuk memaksimalkan koordinasi dan penyampaian informasi kepada keluarga korban, Satpolairud Polres Lamongan bersama Basarnas dan instansi terkait sepakat membentuk Posko Terpadu di Kantor Basarnas Brondong.
"Kami mengimbau kepada seluruh keluarga awak kapal untuk tetap tenang, berpikir positif, dan terus menjalin komunikasi yang baik agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya dan kami berharap semoga kapal ini segera ditemukan," pungkasnya.