Kunjungi UMSURA, Kepala BRIN: Kampus Harus Hasilkan Inovasi, Bukan Sekadar Jurnal Ilmiah
- Rachmad Fahrizal Tito
Surabaya, VIVA Jatim-Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof Dr Arif Satria, menegaskan perguruan tinggi harus menjadi motor penggerak inovasi nasional melalui riset yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan dunia industri.
Pesan itu disampaikan Prof Dr Arif saat berkunjung ke Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Sabtu 4 Juli 2026.
Menurut Arif, perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga harus mampu melahirkan inovasi yang meningkatkan daya saing nasional.
"Indonesia harus bertransformasi menuju innovation-driven economy, yaitu pertumbuhan ekonomi yang bertumpu pada riset, inovasi, teknologi, dan kualitas sumber daya manusia," ujar Arif.
Karena itu, kata dia, hasil penelitian di kampus harus dapat dihilirisasi menjadi produk, teknologi, maupun model bisnis yang memberi manfaat bagi masyarakat.
"Perguruan tinggi diharapkan tidak berhenti menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi mampu menghadirkan inovasi yang berdampak bagi industri dan masyarakat," katanya.
Arif menyebut tantangan terbesar riset nasional saat ini ialah menjembatani kesenjangan antara laboratorium dan dunia industri. Menurut dia, keberhasilan riset tidak hanya diukur dari banyaknya penelitian yang dihasilkan, melainkan sejauh mana hasil penelitian tersebut mampu dimanfaatkan oleh masyarakat.
"Karena itu diperlukan kolaborasi yang lebih kuat antara kampus, industri, pemerintah, dan dunia usaha," ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Arif juga memaparkan berbagai skema pendanaan riset yang dapat dimanfaatkan perguruan tinggi, di antaranya RIIM, Program Riset Inovasi Strategis (PRIS), Matching Fund RIIM Startup, alih teknologi, hingga program hilirisasi inovasi.
"Seluruh skema itu diarahkan agar riset menghasilkan solusi nyata bagi sektor pangan, energi, kesehatan, industri, hingga ketahanan sosial," tuturnya.
Sementara itu, Rektor Umsura Prof Mundakir mengatakan penguatan ekosistem riset menjadi salah satu fokus utama kampus yang dipimpinnya. Dia menyebut selama dua tahun terakhir Umsura mencatat peningkatan jumlah hibah penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pendanaan riset dari berbagai skema kompetitif nasional.
"Hibah penelitian meningkat dari 56 menjadi 66 judul. Secara keseluruhan hibah penelitian, pengabdian, dan Program Kreativitas Mahasiswa yang kami peroleh mencapai 248 judul pada 2025 dan 111 judul pada 2026 sesuai periode pendanaan yang berjalan," katanya.