Polisi Tangkap Pembobol Empat Kafe di Lumajang Berkat Rekaman CCTV
- Humas Polda Jatim
Lumajang, VIVA Jatim-Rekaman kamera pengawas (CCTV) menjadi petunjuk penting bagi Satreskrim Polres Lumajang dalam mengungkap aksi pembobolan empat kafe di Kabupaten Lumajang.
Berbekal hasil analisis rekaman CCTV, profiling, dan penyelidikan, polisi akhirnya menangkap seorang pria berinisial JS (40), warga Lumajang, pada Sabtu, 4 Juli 2026, siang.
Kasatreskrim Polres Lumajang, AKP Muhammad Ari Nuzul Aulia mengatakan, penangkapan dilakukan setelah penyidik melakukan serangkaian penyelidikan berdasarkan rekaman CCTV serta sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian.
"Setelah melakukan penyelidikan dan profiling, kami memperoleh informasi mengenai keberadaan tersangka dan melakukan penangkapan secara persuasif serta humanis," kata Ari, Senin, 6 Juli 2026.
Dari rumah tersangka, polisi menyita barang bukti berupa satu kompor portable merek Omicko warna merah dan satu tabung gas LPG hijau yang merupakan hasil curian dari Cafe Nongki.
Sementara itu, telepon genggam hasil curian diketahui telah dijual secara daring dengan harga sekitar Rp1,5 juta. Uang hasil penjualan tersebut, berdasarkan pengakuan tersangka, digunakan untuk membeli sebuah laptop seharga Rp800 ribu.
Ari mengungkapkan, JS merupakan spesialis pembobol kafe yang memiliki pola operasi serupa di setiap lokasi. Sebelum melancarkan aksinya, pelaku terlebih dahulu mengamati kondisi sasaran selama sekitar tiga hari. Setelah memastikan situasi aman dan sepi, pelaku baru menjalankan aksinya pada dini hari.
Modus tersebut juga digunakan saat membobol Cafe Nongki sekitar pukul 04.00 WIB. Aksi pelaku sempat terekam CCTV dan videonya kemudian beredar luas di media sosial.
Hasil pemeriksaan mengungkap, JS telah melakukan pencurian di empat lokasi berbeda, yakni Cafe Nongki, Rental PS Galaxy, Cafe Terra Cotta, dan Cafe Ngdi, dengan pola yang hampir sama.
Menurut Ari, tersangka tidak memiliki pekerjaan tetap dan sehari-hari bekerja serabutan. Kondisi tersebut diduga menjadi salah satu faktor yang mendorong pelaku melakukan aksi pencurian.
Saat ini, JS kata dia, telah diamankan di Mapolres Lumajang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
"Semua tempat yang menjadi sasaran memiliki modus yang sama. Dia melakukan observasi terlebih dahulu, lalu beraksi ketika kondisi benar-benar sepi," pungkasnya.