ITS Kembangkan Teknologi Pirolisis, Sampah Plastik Berhasil Diubah Jadi Bahan Bakar Alternatif
- VIVA Jatim/Tito
"Teknologi yang baik harus diiringi dengan kesadaran masyarakat. Pemilahan sampah dari rumah tangga merupakan langkah awal yang sangat menentukan keberhasilan proses pengolahan selanjutnya. Melalui teknologi pirolisis, masyarakat dapat melihat bahwa sampah plastik bukan sekadar limbah, melainkan sumber daya yang masih memiliki nilai ekonomi sekaligus berkontribusi terhadap lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan," ujarnya.
Selain memasang mesin pirolisis yang dilengkapi sensor suhu, panel kontrol, Human Machine Interface (HMI), dan sistem kendali otomatis, tim ITS juga menyusun standar operasional prosedur (SOP), modul pelatihan, serta panduan operasional sebagai bagian dari proses alih teknologi kepada masyarakat.
Sekretaris Desa Pesanggrahan, Budi Cahyono, berharap kolaborasi tersebut menjadi awal lahirnya sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan berkelanjutan.
"Kehadiran teknologi pirolisis diharapkan tidak hanya mampu mengurangi timbunan sampah plastik, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat serta menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam pengelolaan lingkungan," katanya.
Ke depan, ITS akan melanjutkan program melalui pendampingan operasional, monitoring kinerja sistem, evaluasi pengurangan sampah, serta penguatan pengelolaan TPS3R agar masyarakat mampu mengembangkan teknologi tersebut secara mandiri.