Berdampak Positif pada Ekonomi Mikro, Ratusan Masyarakat Dukung MBG Dilanjutkan

Kelompok Masyarakat Melakukan Aksi Damai Mendukung MBG di Gedung Negara Grahadi Surabaya.
Sumber :
  • Rahmat Fajar

Surabaya, VIVA Jatim-Ratusan masyarakat yang terdiri dari supplier, simpatisan, relawan dan mitra MBG menggelar aksi damai mendukung Program Strategis Nasional (PSN) Makan Bergizi Gratis (MBG), di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu, 8 Juli 2026. Mereka menilai MBG mempunyai dampak positif terhadap ekonomi mikro.

img_title Maling Kuras Isi Dapur SPPG di Mojokerto, Distribusi MBG Terhenti

Koordinator Aksi, Reza Pahlevi mengatakan MBG memberikan manfaat besar terhadap ekosistem ekonomi di masyarakat. Mulai dari tingkat petani, pemasok bahan pangan, UMKM hingga menciptakan tenaga kerja dapur MBG.

"Kaitannya kenapa kita turun aksi, itu selain kita melakukan dukungan terhadap program ini, kita juga melakukan tuntutan, beberapa tuntutan untuk melakukan evaluasi tentang tata kelola," ujarnya kepada wartawan di sela-sela aksi.

img_title Ratusan Emak-emak Sidoarjo Turun ke Pendopo Minta MBG Jangan Dihentikan

Reza mengatakan sejauh ini, program MBG lebih banyak isu negatif yang menyebar. Padahal, Reza menegaskan, selain memenuhi kebutuhan gizi, MBG juga memberikan dampak positif terhadap ekonomi mikro.

Reza mengakui para relawan dan mitra turut menyesalkan adanya tindakan korupsi dalam pelaksanaan MBG. Oleh karena itu, Reza mendorong pemerintah agar menindak tegas oknum yang melakukan korupsi.

img_title Polisi Lepas 14 Peserta Aksi dan Tetapkan 4 Tersangka Demo di Grahadi

Koordinator Komunitas Petani Malang Raya, Sholehuddin mengatakan adanya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hasil panen dari para petani bisa terserap. Namun mulai tersendat saat MBG diliburkan. Ia berhadap program MBG terus berjalan ke depannya.

Ia mengaku sebelum adanya program MBG, petani di Malang Raya kebingunan menjual hasil panennya. Tapi persoalan tersebut menemukan jalan ketika MBG berjalan.

"Dengan adanya MBG, hasil panen kami pasti dibeli setiap hari. Harga lebih stabil," ujarnya.

Ia mengungkapkan para petani yang dikoordinatorinya memasok berbagai macam jenis komoditas holtikultura seperti sawi, wortel dan kubis. Dan kebutuhan sayuran untuk program MBG sangat besar. Sehingga hampir semua hasil panen petani bisa terserap.