Wakil Rektor III Untag Surabaya Paparkan Strategi Internasionalisasi di WUiDAY 2026 Thailand
- VIVA Jatim/Tito
Surabaya, VIVA Jatim – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya terus memperkuat langkah menuju kampus berdaya saing global. Salah satunya dengan memaparkan strategi internasionalisasi dalam forum WUiDAY 2026 (Walailak University International Day) yang digelar di Sirindhorn Museum, Walailak University, Thailand, Kamis, 9 Juli 2026.
Dalam forum akademik internasional tersebut, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Untag Surabaya, Dr. Sumiati, M.M., mempresentasikan materi bertajuk Strengthening Global Partnerships Through Academic Excellence and International Collaboration yang menyoroti pentingnya kolaborasi nyata antarperguruan tinggi dunia.
Menurut Sumiati, kerja sama internasional saat ini tidak lagi cukup diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU), tetapi harus menghasilkan program akademik yang memberikan dampak langsung bagi mahasiswa, dosen, maupun institusi.
"Kemitraan internasional tidak dapat dibangun hanya melalui kesamaan kepentingan atau penandatanganan dokumen kerja sama. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana setiap perguruan tinggi menghadirkan kontribusi melalui riset, publikasi ilmiah, inovasi pembelajaran, serta pengembangan sumber daya manusia. Dari situlah akan tumbuh kepercayaan yang menjadi dasar lahirnya kolaborasi jangka panjang," ujar Sumiati.
Ia menjelaskan, tantangan perguruan tinggi saat ini semakin kompleks, mulai dari percepatan transformasi teknologi, tuntutan inovasi, hingga kebutuhan mencetak lulusan yang mampu bersaing di tingkat global. Karena itu, kolaborasi lintas negara menjadi strategi penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi.
Menurutnya, kualitas akademik menjadi fondasi utama dalam membangun hubungan yang setara dengan perguruan tinggi di berbagai negara.
"Ketika institusi memiliki kekuatan dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, peluang untuk mengembangkan program bersama akan semakin terbuka. Oleh karena itu, penguatan kualitas internal harus berjalan beriringan dengan perluasan jejaring internasional," katanya.
Sumiati memaparkan, Untag Surabaya telah menjalankan berbagai bentuk kolaborasi global, mulai dari joint research, joint publication, pertukaran mahasiswa dan dosen, pengembangan kurikulum, credit transfer, joint degree, double degree, konferensi internasional, hingga pengabdian kepada masyarakat bersama mitra luar negeri.
Tak hanya itu, kampus juga rutin menghadirkan berbagai program internasional seperti visiting professor, simposium internasional, penelitian kolaboratif, hingga program magang mahasiswa di luar negeri. "