Media Sosial Dominasi Konsumsi Informasi, Media Lokal Perlu Ubah Strategi Bisnis

Diskusi Lanskap Media Digital.
Sumber :
  • Tofan Bram Kumara

Banyuwangi, VIVA Jatim-Perubahan perilaku konsumsi informasi masyarakat di era media sosial memaksa industri media beradaptasi, tidak hanya dalam menyajikan konten tetapi juga mencari model monetisasi yang berkelanjutan. Pergeseran tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam diskusi mengenai lanskap media digital yang menghadirkan praktisi media, Wenseslaus Manggut dan CEO Suara.com, Suwarjono.

img_title Beredar Isu Kerusuhan, Kapolda Jatim Minta Warga Tak Percaya Hoaks

Wens Manggut menjelaskan, perubahan ekosistem media dipengaruhi oleh dua faktor utama, yakni perkembangan teknologi dan perubahan perilaku audiens. Menurutnya, publik kini lebih menyukai konten visual dibandingkan teks sehingga media harus menyesuaikan strategi distribusi informasi.

"Publik memaksa media berubah, begitu juga perkembangan teknologi. Otak manusia lebih cepat memproses gambar daripada membaca teks. Itu sebabnya platform seperti TikTok dan YouTube berkembang sangat pesat," kata Chief Content Officer (CCO) di KapanLagi Youniverse (KLY) dan Ketua Dewan Pembina Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) ini, Jumat, 10 Juli 2026.

img_title Menteri Ekraf Dorong Kolaborasi Diperkuat untuk Kemajuan Ekonomi Kreatif

Meski demikian, ia menilai konten berbasis teks tetap memiliki keunggulan yang tidak bisa sepenuhnya digantikan oleh visual. Teks dinilai mampu menyajikan informasi secara lebih mendalam melalui pengolahan data, analisis, serta kolaborasi berbagai sumber informasi.

"Kalau ingin menyajikan informasi yang lebih dalam, teks masih memiliki kekuatan. Media dapat mengolah data, menghubungkan berbagai informasi, dan menghadirkan konteks yang lebih lengkap dibandingkan visual semata," ujarnya di acara media gathering Regional Indonesia Timur, Subholding Upstream Pertamina, The Future is Collaborative: Sustaining our energy.

img_title Perluas Jangkauan Pasar, Babylon Luncurkan Program Promosi Berhadiah untuk Konsumen

Wens juga memaparkan perubahan pola konsumsi informasi masyarakat dalam beberapa tahun terakhir. Jika pada 2022 sekitar 69 persen masyarakat masih mengakses informasi melalui teks, pada 2026 kecenderungan beralih ke media sosial semakin dominan dengan sekitar 64 persen masyarakat lebih banyak mengonsumsi konten melalui platform digital.

Selain itu, ia menilai kanal WhatsApp kini mulai menjadi salah satu medium distribusi informasi yang semakin diminati. Bahkan, kanal WhatsApp berbasis komunitas lokal dinilai memiliki potensi lebih besar untuk membangun kedekatan dengan pembaca.

"Channel WhatsApp semakin dibutuhkan. Bahkan akan lebih efektif jika dikembangkan berbasis komunitas lokal atau grup di tingkat kota maupun kabupaten," kata Wens Manggut.

Halaman Selanjutnya
img_title