Dugaan Pelecehan Seksual di UB Malang Mencuat, Pelaku Mahasiswa Berprestasi

Ilustrasi
Sumber :
  • AI

Malang, VIVA Jatim- Kasus dugaan pelecehan seksual di lingkungan Universitas Brawijaya (UB) Malang mencuat setelah akun X @tempatsampahub membagikan kronologi peristiwa tersebut melalui cuitan bersambung atau thread.

img_title Remas Payudara Perempuan Remaja di Kenjeran Surabaya, Pesepeda Diserahkan ke Polisi

Berdasarkan pantauan VIVA Jatim, setidaknya terdapat 20 unggahan yang dipublikasikan akun tersebut sejak Jumat, 10 Juli 2026. Selain kronologi kejadian, unggahan itu juga menyertakan foto terduga pelaku, tangkapan layar percakapan dengan korban, hingga video yang menampilkan pengakuan terduga pelaku.

"Kronologi kekerasan seksual oleh mahasiswa hukum berprestasi Universitas Brawijaya," tulis akun @tempatsampahub dalam unggahannya, dikutip Sabtu, 11 Juli 2026.

img_title Mahasiswa Doktoral IPB Dalami Manajemen Industri dan Ketahanan Pangan Lewat Kunjungan ke Bogasari

Dalam unggahan tersebut, terduga pelaku disebut merupakan mahasiswa Fakultas Hukum UB berinisial RAS.

Korban mengaku peristiwa itu bermula pada 20 Mei 2026 ketika terduga pelaku menghubunginya melalui pesan langsung (direct message/DM) di aplikasi Telegram. Saat itu, RAS menginformasikan bahwa foto-foto korban telah disebarluaskan melalui sebuah akun Telegram bernama 'kingcum', yang diketahui memuat konten dewasa.

img_title 4 Spesies Kumbang Baru Ditemukan, Buah Penelitian Dipimpin Ketua LPP NU Jatim

Pesan langsung itu kemudian mengirim contoh foto korban yang disebarluaskan oleh Akun Telegram 'kingcum'. Ternyata korban menyebut foto-foto pribadinya itu diperoleh dari galeri media sosial miliknya, baik Instagram maupun X.

"Setelah diselidiki lebih lanjut, akun 'kingcum' juga memiliki foto-foto paparazi saya saat berada di lingkungan kampus," tulis korban dalam unggahan tersebut.

Untuk mengungkap identitas pemilik akun 'kingcum', korban mengaku dibantu oleh seorang temannya yang berpura-pura menjadi pria hidung belang dan menunjukkan ketertarikan terhadap konten vulgar yang ditawarkan akun tersebut.

Tak hanya menyimpan foto korban, akun itu juga diduga memiliki koleksi foto sejumlah mahasiswi lain yang turut ditawarkan kepada teman korban yang menyamar sebagai calon pembeli.

Setelah mengumpulkan bukti-bukti tersebut, korban kemudian meminta bantuan pihak kampus untuk mendukung proses investigasi, termasuk dengan mengajukan permohonan rekaman kamera pengawas (CCTV).

"Setelah proses pengajuan dan investigasi bersama pihak kampus UB, diketahui bahwa orang yang memfoto saya pada saat itu adalah R* A* S*," tulis korban.

Dalam unggahan yang sama menyebut, terduga pelaku akhirnya tak bisa mengelak lagi dan telah mengakui seluruh perbuatannya, termasuk mengakui dirinya sebagai pemilik akun Telegram 'kingcum'.

Halaman Selanjutnya
img_title