Wagub Emil Sebut 600-an Desa di Jatim Masih Susah Sinyal

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak
Sumber :
  • Mokhamad Dofir

Surabaya, VIVA Jatim-Sebanyak 600-an desa di Jawa Timur masih mengalami keterbatasan akses internet atau berada di wilayah blank spot. Kondisi ini menjadi tantangan serius di tengah upaya pemerintah mendorong transformasi digital dan pengembangan ekonomi berbasis teknologi di berbagai daerah.

img_title Goldenbird Perluas Reservasi Digital, Sewa Mobil Kini Bisa via Web

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengatakan akses internet saat ini menjadi kebutuhan penting karena hampir seluruh aktivitas ekonomi tidak bisa dilepaskan dari unsur digital. Namun, di sisi lain, masih ada sejumlah wilayah yang belum menikmati konektivitas yang memadai.

Menurut Emil, besarnya potensi ekonomi Jawa Timur yang mencapai lebih dari Rp3.200 triliun per tahun harus diiringi dengan penguatan infrastruktur digital. Ia mengingatkan agar masyarakat dan pelaku usaha di Jawa Timur tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga mampu menjadi produsen dan pelaku utama dalam ekonomi digital.

img_title Jasindo Catat Pertumbuhan Premi 53,38% di Jatim, Kini Bidik Sektor Produktif

“Kalau kita hanya menjadi pasar dan tidak menjadi produsen, maka digitalisasi justru akan membuat kita lebih banyak menyerap produk dari luar dibanding mendorong peningkatan produktivitas di Jawa Timur,” ujarnya, Sabtu, 11 Juli 2026.

Emil menjelaskan, pemerintah terus berupaya mengurangi wilayah blank spot melalui berbagai program, salah satunya melalui skema Universal Service Obligation (USO) yang dijalankan pemerintah pusat bersama penyedia jasa telekomunikasi.

img_title Dorong Produktivitas Cabai di Jatim, Petrokimia Gresik Gelar Pestani Rawit Groo

Ia mengungkapkan, berdasarkan data terakhir, masih terdapat sekitar 600 desa di Jawa Timur yang mengalami kendala akses internet. Namun, kondisi tersebut tidak terjadi di seluruh wilayah desa, melainkan hanya pada titik-titik tertentu yang belum terjangkau jaringan secara optimal.

Telkom Group sudah melakukan pemetaan dan kami sudah bertemu di Grahadi tahun lalu. Secara berkelanjutan daerah-daerah blank spot ini terus dikurangi,” lanjutnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur, lanjut Emil, juga terus mendorong peningkatan konektivitas digital untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia, termasuk generasi muda yang berkiprah di berbagai daerah di luar Jawa Timur.

Ia menilai pembangunan infrastruktur digital seperti jaringan serat optik nasional dan backbone Palapa Ring telah membuka peluang konektivitas hingga ke wilayah Indonesia bagian timur. Kondisi tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kolaborasi ekonomi antarwilayah.

Halaman Selanjutnya
img_title