Serapan Gabah Petani Bulog Jatim Lampaui Target Capai 884.559 Ton Beras
- Humas Bulog Jatim
Surabaya, VIVA Jatim-Hingga per Juli 2026, Perudahaan Umum (Perum) Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Jawa Timur (Jatim) mencatat penyerapan gabah petani tembus 884.559 ton setara beras. Angka tersebut telah mencapai 100 persen, melampaui target penyerapan yang ditetapkan perusahaan.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jatim Langgeng Wisnu A mengatakan, capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 lalu.
Ia menyebut, keberhasilan tersebut merupakan hasil persiapan matang dan kolaborasi masif berbagai pihak di lapangan sejak awal tahun.
"Persiapan dilakukan mulai dari koordinasi intensif dengan dinas terkait, kesiapan Tim Jemput Pangan Bulog, anggaran pembelian Gabah Kering Panen [GKP], sinergi dengan TNI-Polri, penyuluh pertanian, hingga kesiapan mitra maklon untuk mengolah GKP petani," kata Langgeng dalam keterangannya diterima Viva Jatim, Minggu, 12 Juli 2026.
Atas keberhasilan ini, dirinya pun menyampaikan apresiasi. Baik kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur, pemerintah kabupaten dan kota maupun seluruh pihak yang terlibat dalam mendukung penyerapan gabah petani.
Selain itu, Langgeng menyebut bahwa dukungan para penyuluh pertanian lapangan (PPL), Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga Tim Jemput Gabah Bulog juga menjadi faktor penting dalam mengamankan hasil panen petani di berbagai daerah sampai akhirnya target terlampaui.
Meski target penyerapan gabah telah tercapai, dia memastikan kegiatan penyerapan gabah tidak akan berhenti. Langkah itu dilakukan untuk menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani agar tetap menguntungkan.
Selain berfokus pada komoditas padi dan beras, Bulog Jatim kata Langgeng, juga akan terus menggenjot penyerapan Jagung Pipil Kering (JPK). Hingga saat ini, realisasi penyerapan jagung mencapai 50.727 ton atau sekitar 50,73 persen dari target yang ditetapkan.
Pihaknya optimistis realisasi penyerapan jagung akan terus meningkat seiring berlangsungnya musim panen di sejumlah daerah di Jawa Timur.
"Walaupun sudah melampaui target, kami tetap akan menyerap gabah petani. Ini adalah bentuk komitmen dan kehadiran negara melalui BULOG untuk menjaga agar harga gabah di tingkat petani tidak anjlok dan tetap berada pada level yang menguntungkan mereka," pungkas Langgeng.