Berujung Damai, Ini Pengakuan Ibu Muda yang Ajak Tiga Anak Mencuri di Toserba Mojokerto

Ibu Muda Pelaku Pencurian bersama anaknya saat diamankan polisi.
Sumber :
  • M. Lutfi Hermansyah

Mojokerto, VIVA Jatim-Kasus pencurian perlengkapan sekolah di sebuah toko serba ada (toserba) di Desa Mojogebang, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, yang dilakukan seorang ibu muda bersama tiga anak, berakhir damai melalui mediasi. Di balik aksinya, pelaku mengaku nekat mencuri karena terdesak kondisi ekonomi.

img_title Uang Hasil Bobol Brankas Kampus KH Abdul Chalim Mojokerto Ludes untuk Foya-foya dalam Sepekan

Perempuan tersebut adalah ES (21), warga Desa Mojowiryo, Kecamatan Kemlagi. Dalam keterangannya usai proses mediasi, ES mengaku telah beberapa kali melakukan pencurian karena kesulitan memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

Ia menceritakan pernah menikah dengan seorang pria asal Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang, dan memiliki seorang anak perempuan berusia tiga tahun. Namun rumah tangganya berakhir dengan perceraian. Selama menikah, ia mengaku jarang mendapat nafkah dari mantan suaminya.

img_title Kawanan Maling Beraksi Lintas Provinsi Sebelum Bobol Brankas di Kampus KH Abdul Chalim Mojokerto

Kini ES hidup bersama pria lain yang disebutnya sebagai suami siri. Dari hubungan tersebut, ia memiliki seorang bayi berusia 41 hari. Menurut ES, pasangannya sempat bekerja sebagai pengamen sebelum akhirnya bekerja di peternakan ayam, tetapi penghasilannya masih belum mampu mencukupi kebutuhan keluarga.

"Suamiku kalau memberi uang tidak cukup. Anak bayi juga minum susu formula, tapi sudah beberapa minggu tidak minum formula. Sementara bapaknya anak yang pertama juga tidak pernah memberi nafkah, paling tiga bulan sekali hanya Rp30 ribu," ujar ES, Senin, 13 Juli 2026.

img_title Kawanan Maling Bobol Brankas Kampus KH Abdul Chalim Mojokerto Pakai Google Maps untuk Petakan Lokasi

ES tinggal bersama ayah, kakak, adik, serta kedua anaknya. Ia mengatakan ayahnya yang bekerja sebagai tukang potong kayu kini tidak lagi bekerja karena sakit.

"Saya sudah mikir semalam. Kasihan orang tua saya mencari uang sampai sakit sekarang," katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Mojowiryo, Taufik Abbas, mengungkapkan bahwa ES sebelumnya juga beberapa kali terlibat kasus pencurian saat tinggal di Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang. Menurutnya, saat itu dirinya ikut menyelesaikan persoalan dengan mengganti kerugian korban sebelum membawa ES kembali ke kampung halamannya di Mojowiryo.

Taufik mengaku telah beberapa kali membantu keluarga ES, termasuk membelikan gergaji untuk membantu pekerjaan ayahnya sebagai tukang potong kayu serta memberikan sepeda motor sebagai sarana transportasi. Namun, bantuan tersebut justru dijual.

"Saya kasih gergaji karena orang tuanya kerja potong kayu. Saya juga kasih motor untuk transportasi, tapi dijual. Saya belum tahu nasib pompa air dan motor yang satunya," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
img_title