Relima Kabupaten Subang dan Kades Ciasem Girang Siap Giatkan Literasi

Pertemuan Relima Perpusnas RI Subang dengan Kades Ciasem Girang.
Sumber :
  • Istimewa

Subang, VIVA Jatim-Dalam upaya konkrit untuk meningkatkan indeks literasi masyarakat, Rudi Subagja, anggota Relima Perpusnas RI untuk Kabupaten Subang tahun 2025, bertemu dengan Tahroni, Kepala Desa (Kades) Ciasem Girang. Pertemuan tersebut menandai semangat bersama untuk menggerakkan gemar membaca di Kabupaten Subang, khususnya di Desa Ciasem Girang.

img_title Ruang Baca untuk Warga Binaan Rutan Surabaya

Kolaborasi ini ditandai dengan penyerahan Sertifikat Nomor Pokok Perpustakaan (NPP) kepada Kepala Desa Ciasem Girang, Tahroni, di kantor desa. Sertifikat NPP ini merupakan langkah awal untuk melegitimasi kehadiran perpustakaan desa sebagai pusat informasi dan pengetahuan.

"Pendampingan Nomor Pokok Perpustakaan ini bukan sekadar formalitas dan memenuhi syarat administratif saja, melainkan pendorong semangat bagi pengelola atau pengurus perpustakaan desa untuk bersama mengkampanyekan gerakan literasi di tengah masyarakat dari anak-anak hingga orang tua," ungkap Rudi Subagja dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 18 Juli 2026.

img_title ISKI Jatim Dorong Perkuat Budaya Komunikasi Humanis dan Literasi

"Kami siap memberikan pendampingan penuh untuk membantu perpustakaan desa ini lebih aktif dan menjadi pusat kegiatan membaca dan menulis," tambahnya.

Sementara itu, Kades Ciasem Girang, Tahroni, menyambut baik inisiatif kolaborasi ini. Ia berkomitmen untuk mengalokasikan sumber daya dan dukungan penuh untuk layanan perpustakaan.

img_title LDII Jatim Gelar Diklat Jurnalistik 2026, Perkuat Literasi Digital

"Kami menyadari bahwa literasi adalah kunci kemajuan. Dengan adanya dukungan dari Perpusnas RI dan kepemilikan NPP, kami bertekad menjadikan perpustakaan desa kami bukan sekadar ruangan penyimpanan buku, melainkan ruang kreatif dan edukatif yang bisa dikunjungi warga," ujar Tahroni.

Ia menambahkan Pemdes akan melakukan inovasi program agar gemar membaca di desanya menjadi budaya atau kebiasaan sehari-hari.

Aksi nyata ini diharapkan menjadi pendorong bagi desa-desa lain di Kabupaten Subang untuk turut memprioritaskan pengembangan literasi sebagai fondasi pembangunan SDM dan pengetahuan.