Eri Cahyadi Resmikan Krematorium Modern di Adi Jasa, Pelayat Kini Bisa Kirim Bunga Digital

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Meresmikan Krematorium Modern Adi Jasa, Sabtu, 18 Juli 2026.
Sumber :
  • Rachmad Fahrizal Tito

Surabaya, VIVA Jatim-Yayasan Adi Jasa menghadirkan terobosan baru dalam layanan kedukaan dengan meresmikan krematorium modern yang terintegrasi dengan sistem layanan digital di Jalan Demak, Surabaya, Sabtu, 18 Juli 2026. Inovasi ini memungkinkan seluruh proses kedukaan, mulai dari kremasi hingga penghormatan secara daring, dilakukan dalam satu kawasan.

img_title 400 Talenta Muda Soekarno Cup 2026 Siap Warisi Api Perjuangan

Peresmian dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Anggota DPR RI Indah Kurnia, Ketua Dewan Pembina Adi Jasa Alim Markus, serta Ketua Yayasan Adi Jasa Pek Sugiarto Pangestu.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengapresiasi komitmen Yayasan Adi Jasa yang selama ini konsisten membantu masyarakat tanpa membedakan suku, agama maupun latar belakang.

img_title Eri Cahyadi Akui Proyek Drainase Bikin Surabaya Banjir

"Mereka tidak pernah menghitung uang yang dikeluarkan berat, tapi mereka hanya tahu berapa yang bisa dibantu dan terlepas dari kesusahan," kata Eri.

Menurutnya, semangat gotong royong yang ditunjukkan Yayasan Adi Jasa menjadi contoh nyata toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Surabaya.

img_title Lindungi Anak di Ruang Digital, Pemkot Surabaya Tetapkan Jam Tanpa Gawai

"Semoga dengan diresmikannya krematorium ini akan memberikan banyak pilihan kepada warga Kota Surabaya. Akan memberikan yang terbaik bagi warga," tutupnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Adi Jasa, Pek Sugiarto Pangestu, mengatakan keberadaan krematorium melengkapi fasilitas Rumah Duka Adi Jasa yang telah memiliki 58 ruang persemayaman, 22 mesin pendingin, serta lebih dari 2.600 tempat penyimpanan abu jenazah.

"Untuk kremasinya tidak usah jauh-jauh. Di komplek Adi Jasa ini sudah bisa semuanya. Termasuk nanti setelah dikremasi, disimpan tidak jauh-jauh juga," ujarnya.

Krematorium tersebut menggunakan teknologi asal Jerman yang diklaim ramah lingkungan karena tidak menghasilkan asap maupun bau. Proses kremasi berlangsung sekitar 90 menit, kemudian dilanjutkan proses pendinginan selama 30 menit sebelum abu jenazah diserahkan kepada keluarga.

"Keluarga bisa memilah-milah tulangnya untuk digiling. Digiling jadi abu, dimasukkan dalam guci, dan disimpan di tempat penitipan abu. Jadi tidak usah keluar jauh-jauh," jelas Sugiarto.

Tak hanya menghadirkan fasilitas fisik, Adi Jasa juga menggandeng platform Solusi Duka untuk menghadirkan layanan kedukaan digital. Salah satu inovasinya adalah bunga digital berdesain tiga dimensi yang dapat ditampilkan melalui layar televisi di ruang persemayaman.

Halaman Selanjutnya
img_title