Pengurus DPD FPPI Jatim Baru Dorong Kemandirian Perempuan

Ketua DPD FPPI Jatim Mimien Prasetiyo (Kanan) dalal Kebaya Fashiok Parade, di Surabaya, Rabu, 22 Juli 2026.
Sumber :
  • Rahmat Fajar

Surabaya, VIVA Jatim-Ketua DPD Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Jawa Timur, Mimien Prasetiyo mengatakan kepengurusannya akan mendorong perempuan di Jawa Timur mempunyai kemandirian, kecerdasan dan berprestasi. Karena itu, FPPI Jatim akan membuat program untuk mendukung suksesnya pemberdayaan perempuan di Jatim.

img_title Desainer Jatim Ronie Parero Debut di IFW 2026, Angkat Tema Mimpi Tanpa Batas

"Berharap untuk bekerja secara maksimum di bidang pemberdayaan perempuan. Tujuannya kita adalah untuk memajukan perempuan Indonesia, khususnya di wilayah Jawa Timur," ujarnya usai dilantik sebagai Ketua DPD FPPI Jatim, di Surabaya, Rabu, 22 Juli 2026.

Mimien mengatakan akan segera mengumpulkan pengurus DPC se-Jawa Timur untuk menyusun program FPPI Jatim. Menurutnya usulan dari DPC sangat dibutuhkan agar tujuan FPPI untuk memajukan perempuan di Jawa Timur bisa tercapai.

img_title Jawab Tantangan Lonjakan Bahan Baku, Indomilk Hadirkan Chef, Edukasi Pelaku Bisnis FnB di Surabaya

Mimien mengungkapkan mengenai tantangan yang dihadapi perempuan-perempuan masa kini. Menurutnya, banyak perempuan masih tidak mempunyai daya kemampuan menghadapi perubahan zaman. Skill mereka perlu ditingkatkan.

Untuk menjawab tantangan tersebut, menurut Mimien, perubahan harus dimulai sejak di keluarga. Karena banyak kasus yang menimpa perempuan terjadi dalam lingkup keluarga, seperti keluarga.

img_title Menteri Ekraf Dorong Kolaborasi Diperkuat untuk Kemajuan Ekonomi Kreatif

Acara pelantikan pengurus baru DPD FPPI Jatim ini juga dimeriahkan dengan kegiatan Kebaya Fashion Parade yang diikuti oleh organisasi dan komunitas perempuan di Jawa Timur.

Wakil Ketua Umum I Bidang Organisasi, Shanty Tuakiya menjelaskan Kebaya Fashion Parade untuk merayakan Hari Kebaya Nasional setiap tanggal 24 Juli. Penyelenggaraan ini sudah yang kedua kalinya, di mana yang pertama dilaksanakan tahun lalu.

"Ini adalah salah satu bentuk kita mengajak ibu-ibu wanita Jawa Timur untuk tetap kita menjaga, melestarikan warisan budaya, yang mana salah satunya adalah berkebaya," tuturnya.

Event tahun ini, kata Shanty, mendapatkan respon sangat positif. Antusiasme perempuan di Jawa Timur untuk meramaikan Kebaya Fashion Parade sangat tinggi.

Bendahara DPD FPPI Jatim, Ayu Sasa menambahkan peserta Kebaya Fashion Parade berasal dari 18 organisasi perempuan. Bahkan dari saking membludaknya peserta yang ingin meramainan event tersebut, kata Ayu, harus ditolak karena keterbatasan kapasitas.

"Harapannya generasi muda untuk berkebaya sebagai simbol jati diri. Kebaya adalah merupakan jati diri bangsa Indonesia," katanya.