Menko Perekonomian Airlangga Akan Hadiri Lagi Tradisi Yaa Qowiyyu di Klaten
- Yayasan Pengelola Pelestari Peninggalan Kiai Ageng Gribig
Menurut Ebta, pada penyelenggaraan tahun lalu jumlah apem yang dibagikan mencapai sekitar 55 ribu buah dengan berat sekitar lima ton. Seluruh apem tersebut merupakan sumbangan masyarakat Jatinom maupun daerah lain, termasuk dari Kabupaten Boyolali.
Tradisi Yaa Qowiyyu juga menurutnya, memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat. Selama rangkaian acara berlangsung, pelaku UMKM, pedagang kaki lima, penjual makanan khas, penyedia wahana hiburan, hingga warga yang membuka jasa parkir merasakan peningkatan pendapatan karena membludaknya jumlah pengunjung.
Tradisi Yaa Qowiyyu sendiri kata dia, merupakan warisan budaya yang memadukan nilai religius, kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian sosial. Tradisi ini berawal dari dakwah Ki Ageng Gribig yang menggunakan apem sebagai media sedekah dan syiar Islam. Seiring waktu, tradisi tersebut berkembang menjadi salah satu agenda budaya terbesar di Jawa Tengah yang setiap tahun menarik puluhan ribu pengunjung sekaligus mendongkrak sektor pariwisata dan ekonomi lokal.
"Ajaran yang diwariskan Eyang Ki Ageng Gribig di antaranya bersilaturahmi, bersedekah, berdoa, berserah diri kepada Allah, menjaga semangat persatuan dan kesatuan, menghargai keberagaman, bergotong royong, guyub rukun, serta mencintai budaya. Itu semua menjadi prinsip yang kami teladani dan jalankan dalam kehidupan sehari-hari," pungkas Ebta.