AIPNI Jatim Perkuat Pendidikan Ners, Targetkan Lulusan Siap Bersaing di Pasar Global
- Rachmad Fahrizal Tito
Surabaya, VIVA Jatim-Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia (AIPNI) Regional IX Jawa Timur resmi melantik pengurus baru sekaligus menggelar rapat kerja periode 2026–2030 di Surabaya, Rabu, 29 Juli 2026.
Forum tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan LLDIKTI untuk meningkatkan mutu pendidikan keperawatan agar mampu menjawab kebutuhan layanan kesehatan nasional hingga pasar kerja internasional.
Mengusung tema "Bersinergi dalam Harmoni, Bergerak Bersama, Berdampak Nyata bagi Kesehatan Masyarakat Indonesia", kegiatan itu dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, Prof. Dr. dr. Erwin Astha Triyono, yang mewakili Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Ketua AIPNI Regional IX Jawa Timur Prof. Dr. M. Hasinuddin menegaskan kepengurusan baru akan memprioritaskan internasionalisasi pendidikan keperawatan.
Saat ini, dari 62 institusi anggota AIPNI Regional IX Jawa Timur, baru sekitar 10 persen yang telah menerapkan kurikulum berstandar internasional.
"Ke depan kami akan terus mendorong agar semakin banyak institusi yang mengadopsi kurikulum internasional," ujarnya.
Hasinuddin mengakui kemampuan bahasa asing masih menjadi tantangan terbesar dalam menyiapkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat global.
"Tantangan utama adalah kemampuan bahasa. Karena itu kami berupaya membangun budaya berbahasa di lingkungan pendidikan agar lulusan lebih siap bersaing dan lebih mudah memperoleh pekerjaan di luar negeri," katanya.
Meski demikian, ia memastikan kompetensi lulusan perawat Indonesia telah diakui di berbagai negara.
"Kompetensi dan keterampilan perawat Indonesia diakui dan mampu bersaing dengan lulusan dari berbagai negara. Tinggal bagaimana kemampuan bahasa dan kesiapan internasionalnya terus ditingkatkan," tandasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, Prof. Dr. dr. Erwin Astha Triyono, mengapresiasi atas pelantikan dan rapat kerja pengurus AIPNI Regional IX Jawa Timur sebagai langkah memperkuat kolaborasi dalam mencetak tenaga keperawatan yang unggul.
"Semoga pengurus yang baru dapat mengemban amanah dengan baik dan terus berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Tugas kita hari ini adalah bagaimana mencetak tenaga kesehatan, khususnya perawat, yang bermutu, excellent, dan mampu mengimbangi dinamika perkembangan teknologi kesehatan, termasuk yang berbasis artificial intelligence (AI)," ujar Erwin.